Brilio.net - Presiden Prabowo Subianto kembali membuka pembahasan mengenai rekrutmen guru pemerintah pusat. Dalam program Presiden Prabowo Menjawab yang disiarkan melalui kanal YouTube Prabowo Subianto, Rabu (16/9/2026), Prabowo mengatakan pemerintah sedang membahas kemungkinan mengembalikan kewenangan pengangkatan guru kepada pemerintah pusat. Menurut dia, pembenahan sistem pendidikan perlu dimulai dari proses rekrutmen tenaga pendidik.

Prabowo juga memaparkan sejumlah gagasan lain, mulai dari peningkatan kemampuan guru, digitalisasi ruang kelas, hingga rencana merekrut lulusan perguruan tinggi untuk membantu sekolah yang paling tertinggal.

Prabowo Soroti Sistem Rekrutmen Guru

pengangkatan guru kembali ke pemerintah pusat © 2026

pengangkatan guru kembali ke pemerintah pusat
© 2026 /YouTube Prabowo Subianto

Pembahasan soal kewenangan pengangkatan guru muncul ketika Prabowo menjelaskan rencana pembenahan sistem pendidikan nasional.

Prabowo mengatakan desentralisasi memiliki tujuan yang baik sebagai bagian dari demokratisasi. Namun, menurut dia, pelaksanaan rekrutmen guru oleh pemerintah daerah juga menghadirkan tantangan dalam menjaga objektivitas dan kualitas tenaga pendidik.

“Ya, seluruh sistem pendidikan itu harus diperbaiki. Mulai dari rekrutmen guru yang paling utama,” kata Prabowo dilansir dari YouTube Prabowo Subianto, Kamis (17/9/2026).

Ia kemudian menyebut pemerintah sedang membicarakan kemungkinan mengembalikan kewenangan pengangkatan guru ke pemerintah pusat.

"Tapi sekarang kalau tidak salah, ya, kita sedang bicarakan hak mengangkat guru kembali ke pemerintah pusat," ujar Prabowo.

Dalam penjelasannya, Prabowo mengatakan proses pengangkatan seharusnya mempertimbangkan kemampuan, kebutuhan sekolah, dan standar kualitas. Ia juga menyinggung risiko pengangkatan yang dipengaruhi hubungan pribadi atau kepentingan politik.

“Kalau diserahkan kepada pemerintah kabupaten, pemerintah (provinsi) gubernur, rekrutmen guru apakah kita yakini kualitasnya itu? Kita harus bicara realita. Apakah bupati itu objektif atau dia angkat saudara-saudara dia jadi guru? Tim sukses dia? Dan sebagainya. Ini yang jadi dilema bagi kita,” kata Prabowo.

Bukan Hanya Rekrutmen, Kompetensi Guru Juga Disorot

pengangkatan guru kembali ke pemerintah pusat © 2026

pengangkatan guru kembali ke pemerintah pusat
© 2026 /YouTube Prabowo Subianto

Menurut Prabowo, pembenahan pendidikan tidak berhenti pada proses penerimaan guru.

Ia mengatakan tenaga pendidik juga perlu mendapatkan kursus, pelatihan, dan peningkatan kemampuan agar dapat mengikuti perkembangan metode pembelajaran serta teknologi pendidikan.

Hal tersebut dikaitkan dengan kebutuhan untuk mengurangi kesenjangan kualitas pendidikan antarsekolah dan daerah.

Prabowo juga menyinggung kesejahteraan guru. Menurut dia, peningkatan kualitas pendidikan harus berjalan bersama dengan perbaikan kesejahteraan tenaga pendidik.

“Yang penting ini kita harus memperbaiki kesejahteraan guru dan kita sudah banyak lakukan dalam banyak hal,” kata Prabowo.

Digitalisasi Kelas Disiapkan untuk Kurangi Kesenjangan

pengangkatan guru kembali ke pemerintah pusat © 2026

pengangkatan guru kembali ke pemerintah pusat
© 2026 /YouTube Prabowo Subianto

Di tengah persoalan kualitas guru, Prabowo menyebut digitalisasi kelas sebagai salah satu langkah yang ingin didorong pemerintah.

Ia mengatakan teknologi dapat digunakan untuk membantu guru yang masih memiliki keterbatasan dalam penguasaan metode pembelajaran. Siswa juga disebut dapat memperoleh materi yang lebih menarik melalui pemanfaatan teknologi di ruang kelas.

“Karena itulah saya mau lompat. (Tapi) Ini kesulitan. Makanya saya taruh digitalisasi kelas-kelas itu semua, supaya nanti guru-guru yang kurang mampu bisa juga belajar dari situ. Dan anak-anak yang kurang mampu, tertarik belajar dari situ,” kata Prabowo.

Meski demikian, Prabowo menegaskan digitalisasi tidak dimaksudkan untuk menggantikan keberadaan guru.

Menurut dia, perbaikan mendasar tetap membutuhkan proses rekrutmen dan pendidikan guru yang berkualitas.

Prabowo Pikirkan Rekrut 30 Ribu Sarjana Jadi Guru

Selain perubahan mekanisme rekrutmen, Prabowo mengungkap rencana yang disebutnya sebagai crash program.

Dalam skema tersebut, pemerintah dapat merekrut lulusan perguruan tinggi terbaik dari berbagai disiplin ilmu untuk membantu mengajar di sekolah yang paling tertinggal.

“Salah satu langkah yang sedang saya pikirkan untuk mengatasi masalah ini adalah crash program, mungkin saya akan rekrut sarjana-sarjana dari semua fakultas yang terbaik untuk menjadi guru-guru. Katakanlah guru-guru darurat yang kita terjunkan ke sekolah,” kata Prabowo.

Ia memberikan contoh penerapan awal pada jenjang sekolah dasar dengan merekrut sekitar 30 ribu sarjana untuk ditempatkan di sekolah-sekolah yang paling tertinggal.

Prabowo menyebut mereka sebagai semacam guru darurat yang dapat diterjunkan untuk membantu sekolah yang membutuhkan.

Namun, dalam pernyataan tersebut belum dijelaskan secara rinci mengenai persyaratan seleksi, status kepegawaian, masa kerja, skema honorarium, maupun mekanisme penempatan 30 ribu sarjana tersebut.

ASN Juga Bisa Mendapat Penugasan Singkat

Alternatif lain yang disebut Prabowo adalah memanfaatkan aparatur sipil negara yang sudah bekerja.

Ia mengatakan ASN dapat diberikan penugasan singkat untuk membantu sekolah tertentu sesuai kebutuhan daerah. Durasi yang disebut dalam pernyataannya sekitar dua hingga tiga minggu.

“Kita juga bisa berpikir, kita bisa nanti rekrut dari pejabat-pejabat PNS yang sudah bekerja. Kita terjunkan, apakah dua minggu, tiga minggu,” kata Prabowo.

FAQ

1. Apakah pengangkatan guru sudah resmi diambil alih pemerintah pusat?

Belum. Presiden Prabowo menyampaikan pemerintah sedang membahas kemungkinan mengembalikan kewenangan pengangkatan guru kepada pemerintah pusat, sehingga mekanisme baru belum dapat dianggap berlaku.

2. Berapa jumlah sarjana yang direncanakan untuk direkrut menjadi guru?

Prabowo menyebut contoh rencana sekitar 30 ribu sarjana untuk ditempatkan di sekolah yang paling tertinggal, terutama pada jenjang SD. Namun, detail mengenai seleksi dan status mereka belum dijelaskan.

3. Apa saja rencana Prabowo untuk memperbaiki kualitas guru?

Selain membahas rekrutmen, Prabowo menyebut peningkatan kemampuan guru melalui kursus atau pelatihan, digitalisasi kelas, serta perbaikan kesejahteraan tenaga pendidik. Ia juga menyampaikan gagasan merekrut sarjana dan menugaskan ASN secara singkat untuk membantu sekolah tertentu.