Brilio.net - Jakarta bakal makin seru di pertengahan tahun ini. Setelah sukses besar tahun lalu, IP Expo Indonesia 2026 siap balik lagi buat ngeramein industri kreatif. Ajang gede ini bakal berlangsung tanggal 7 sampai 8 Mei 2026 di Grand Ballroom, Hotel Indonesia Kempinski. GDP Venture bareng dentsu Indonesia sengaja bikin acara ini buat nemuin pemilik IP raksasa dunia sama para pemilik brand di satu tempat. Momentum pertumbuhan ekonomi IP di Asia Tenggara emang lagi kenceng banget, jadi acara ini pas buat yang nggak mau ketinggalan tren.

Eksibisi Seru dan Marketplace buat Kolaborasi Bisnis

Bukan sekadar kumpul biasa, konten tahun ini punya skala yang jauh lebih luas. Ada 52 eksibitor dari dunia hiburan, olahraga, sampai game yang siap pamer di area eksibisi. Ini kesempatan emas buat brand yang lagi cari lisensi atau mau kolaborasi sama IP yang lagi hits di pasar. Buat yang mau belajar lebih dalam, ada 21 sesi konferensi selama dua hari. Isinya bakal bahas tuntas soal ekosistem konten dan gimana cara dapetin cuan dari IP itu sendiri. Pembicaranya nggak main-main, ada dari Sanrio, Toei Animation, Infia, Provaliant, sampai Sony Music Publishing Indonesia.

Eva Soputan selaku VP Business Development GDP Venture ungkap, "Saat ini, brand tidak hanya bersaing untuk mendapatkan perhatian, melainkan bersaing untuk menjadi relevan bagi audiens. Mengingat audiens kini memiliki kebebasan untuk memilih brand yang paling relevan, audiens secara alami akan tertarik pada hal-hal yang memiliki makna, yaitu pada cerita dan budaya yang sudah dicintai. IP mendekatkan hubungan tersebut dengan menciptakan ikatan emosional yang membawa nilai sejarah dan komunitas. Di sinilah kreativitas dapat terhubung, tumbuh, dan berkelanjutan. IP Expo Indonesia hadir sebagai wadah yang menyatukan elemen-elemen tersebut, sekaligus menjadi langkah menuju ekosistem IP yang lebih terkoneksi dan kolaboratif di Indonesia," seperti diungkap Brilio.net dari rilisnya, Kamis (7/5).

Selain itu, ada juga Structured Business Meeting buat yang mau ngobrol langsung satu-satu antara pemilik IP sama pemasar. Obrolan bisnis bisa jadi lebih fokus dan terarah buat cari peluang kemitraan.

"Indonesia memiliki potensi besar di ekonomi IP, namun kuncinya adalah bagaimana kreativitas terhubung dan berkelanjutan. Peran dentsu adalah membantu brand menavigasi kompleksitas ini untuk hasil bisnis yang nyata. Saat brand dan IP bertemu, bukan sekadar mengejar tren yang dilakukan; melainkan menciptakan gelombang pertumbuhan yang membawa brand menjadi relevan dan tak tergantikan. Di saat brand semakin mengandalkan budaya dan fandom untuk menonjol, IP Expo Indonesia 2026 hadir sebagai titik temu krusial di mana IP bertransformasi dari aset menjadi keunggulan kompetitif," Elvira Jakub, Country CEO dentsu Indonesia menambahkan.