Brilio.net - Kasus WN China Raja Ampat berinisial WS menjadi sorotan setelah video yang beredar di media sosial memperlihatkan seorang instruktur selam asal China diduga mengarahkan speargun ke seekor penyu di kawasan terumbu karang. Dugaan aktivitas tersebut disebut berlangsung di sekitar Piaynemo pada 9–11 September 2026. WS kemudian diamankan petugas Imigrasi Makassar di Bandara Sultan Hasanuddin saat hendak meninggalkan Indonesia.

Kasus tersebut juga disorot setelah muncul dokumentasi yang diduga memperlihatkan penyu yang sama telah mati dan dimasak. Berikut lima fakta mengenai penanganan kasus tersebut dihimpun brilio.net dari Liputan6.com, Instagram @dirjenimigrasi dan Instagram Direktur Jendral Imigrasi @ditjen_imigrasi Hendarsam Marantoko, Rabu (16/9/2026).

1. Video WN China membawa speargun di Raja Ampat viral

WN China tombak penyu © 2026

WN China tombak penyu
© 2026 /X/Byron_Wan Instagram/@dirjenimigrasi Instagram/@hendarsam.marantoko

Perhatian terhadap kasus ini bermula dari beredarnya foto dan video seorang warga negara asing (WNA) asal China yang tengah melakukan penyelaman di Raja Ampat.

Dalam rekaman yang beredar, seorang instruktur selam asal China terlihat membawa speargun dan mengarahkannya ke seekor penyu di sekitar terumbu karang.

Dugaan kejadian tersebut disebut berlangsung di kawasan Piaynemo pada 9–11 September 2026.

Video dan foto itu kemudian ramai diperbincangkan karena Raja Ampat dikenal sebagai kawasan dengan ekosistem laut yang menjadi bagian penting dari daya tarik wilayah tersebut.

2. Muncul dokumentasi penyu yang diduga telah mati dan dimasak

WN China tombak penyu © 2026

WN China tombak penyu
© 2026 /X/Byron_Wan Instagram/@dirjenimigrasi Instagram/@hendarsam.marantoko

Sorotan terhadap kasus ini semakin besar setelah beredar dokumentasi lain yang diduga memperlihatkan penyu tersebut telah mati dan kemudian dimasak.

Informasi mengenai dokumentasi tersebut muncul bersamaan dengan laporan mengenai dugaan perburuan penyu yang dilakukan WNA di Raja Ampat.

Pemerintah Kabupaten Raja Ampat disebut telah melampirkan foto, video, serta bukti pendukung lainnya dalam laporan kepada pihak terkait.

Namun, hubungan antara seluruh dokumentasi yang beredar dengan kejadian yang dilaporkan masih harus dibuktikan melalui penyelidikan resmi. Karena itu, informasi mengenai rangkaian kejadian tersebut masih menggunakan keterangan dugaan.

3. WN China berinisial WS diamankan di Bandara Sultan Hasanuddin

WN China tombak penyu © 2026

WN China tombak penyu
© 2026 /X/Byron_Wan Instagram/@dirjenimigrasi Instagram/@hendarsam.marantoko

Direktur Jenderal Imigrasi Hendarsam Marantoko menyampaikan bahwa WN China berinisial WS diamankan petugas Imigrasi Makassar di Bandara Sultan Hasanuddin, Makassar, pada Senin (14/9/2026).

Pengamanan dilakukan setelah pihak imigrasi menerima informasi mengenai dugaan perburuan penyu secara ilegal di Piaynemo, Raja Ampat. Dalam penanganannya, Imigrasi Makassar berkoordinasi dengan Imigrasi Sorong.

Setelah diamankan di Makassar, WS selanjutnya akan dibawa ke Sorong untuk menjalani pemeriksaan lebih mendalam serta dikoordinasikan dengan instansi terkait.

Hendarsam mengatakan langkah tersebut dilakukan sebagai bagian dari penanganan terhadap WNA yang diduga melakukan pelanggaran di Indonesia.

4. Pergerakan WS terpantau melalui sistem keimigrasian

WN China tombak penyu © 2026

WN China tombak penyu
© 2026 /X/Byron_Wan Instagram/@dirjenimigrasi Instagram/@hendarsam.marantoko

Sebelum diamankan, pergerakan WS telah menjadi perhatian dalam sistem pengawasan keimigrasian. Hendarsam menjelaskan, WS dimasukkan sebagai Subject of Interest (SOI), sehingga pergerakannya dapat dipantau oleh petugas.

Pemantauan tersebut dilakukan melalui Sistem Informasi Pelayanan Penumpang atau SIPP. Sistem ini memungkinkan petugas mengetahui pergerakan orang asing yang menjadi perhatian dalam pengawasan keimigrasian.

Menurut Hendarsam, pengawasan terhadap orang asing tidak hanya mengandalkan pemeriksaan secara langsung di lapangan. Keterhubungan sistem dan data juga digunakan untuk membantu petugas memantau pergerakan WNA.

“Orangnya boleh pindah ke mana saja, tetapi tidak akan bisa lolos dari pengawasan keimigrasian,” ujar Hendarsam.

Ia menambahkan, ketika sistem menunjukkan WS akan meninggalkan Indonesia melalui Makassar, petugas dapat segera mengambil tindakan pengamanan.

5. WS dibawa kembali ke Sorong untuk pemeriksaan lebih mendalam

WN China tombak penyu © 2026

WN China tombak penyu
© 2026 /X/Byron_Wan Instagram/@dirjenimigrasi Instagram/@hendarsam.marantoko

Setelah diamankan di Makassar, WS selanjutnya dibawa kembali ke Kantor Imigrasi Sorong.

Langkah tersebut dilakukan untuk menjalani pemeriksaan lebih mendalam dan proses lebih lanjut sesuai ketentuan yang berlaku.

Pemeriksaan ini menjadi tahap penting untuk mengetahui lebih lanjut informasi mengenai dugaan aktivitas yang dilakukan WS di kawasan Piaynemo serta mengaitkannya dengan dokumentasi yang telah dilaporkan.

Hingga tahap ini, dugaan aktivitas spearfishing ilegal tersebut masih dalam proses penanganan. Dokumentasi berupa foto dan video yang beredar di media sosial juga belum dapat dijadikan satu-satunya dasar untuk menyimpulkan seluruh rangkaian kejadian.

Hendarsam menegaskan bahwa warga negara asing yang berada di Indonesia wajib menghormati hukum, alam, dan kedaulatan negara.

“Warga negara asing yang datang ke Indonesia wajib menghormati hukum, alam, dan kedaulatan negara kita,” tegas Hendarsam.

FAQ

1. Siapa WN China yang diamankan di Makassar?

WN China tersebut berinisial WS dan disebut berprofesi sebagai instruktur selam asal China. Ia diamankan petugas Imigrasi Makassar di Bandara Sultan Hasanuddin.

2. Mengapa WS diamankan?

WS diamankan setelah diduga melakukan aktivitas spearfishing ilegal di kawasan Piaynemo, Raja Ampat. Ia diamankan ketika terdeteksi hendak meninggalkan Indonesia melalui Makassar.

3. Ke mana WS dibawa setelah diamankan?

WS dibawa kembali ke Kantor Imigrasi Sorong untuk menjalani pemeriksaan lebih mendalam. Proses selanjutnya dilakukan sesuai ketentuan yang berlaku dan dikoordinasikan dengan instansi terkait.