Brilio.net - Setelah makan mangga, kebanyakan orang langsung membuang bijinya. Padahal, bagian keras di tengah buah mangga itu sebenarnya cangkang yang menyimpan satu biji utuh, dan biji ini termasuk mudah ditanam kembali di rumah. Tidak perlu alat mahal atau lahan luas, cukup biji segar dan sedikit kesabaran.
Perlu digarisbawahi sejak awal: cara menanam biji mangga ini menarik untuk dicoba, tapi bukan jalan pintas untuk cepat panen. Prosesnya membutuhkan waktu, apalagi sampai tahap berbuah. Bagi yang suka bereksperimen dan tidak terburu-buru, ini kegiatan rumahan yang cukup menarik untuk dicoba.
1. Pilih Biji dari Mangga yang Benar-Benar Matang
Tidak semua biji layak ditanam. Biji terbaik berasal dari buah yang matang sempurna dan sehat — terasa padat, warnanya keputihan, dan agak berat saat dipegang. Jika bijinya sudah keriput atau kecokelatan, sebaiknya tidak digunakan.
- Ambil biji sesegera mungkin setelah makan buahnya, jangan dibiarkan berhari-hari
- Jika memungkinkan, cari biji dari pohon mangga di sekitar rumah karena varietasnya biasanya sudah cocok dengan iklim setempat
- Bersihkan sisa daging buah yang masih nempel di cangkangnya
2. Kenali Dulu Dua Jenis Biji Mangga
Ini bagian yang sering terlewat dibahas. Dilansir dari Liputan6.com, studi yang dipublikasikan National Library of Medicine menyebut biji mangga terbagi menjadi dua tipe: monoembrionik dan poliembrionik, tergantung jumlah embrio di dalamnya.
- Monoembrionik: hanya menghasilkan satu bibit, dan sifatnya belum tentu sama dengan induknya
- Poliembrionik: bisa memunculkan beberapa tunas sekaligus, dan sebagian besar tunasnya adalah "kloningan" dari pohon induk
- Kalau nanam biji poliembrionik, biasanya ada satu tunas yang lemah (hasil pembuahan) — ini boleh dibuang, sisakan tunas yang paling kuat
3. Buka Cangkang Kerasnya
Cangkang biji mangga cukup keras, sehingga perlu dibuka agar proses berkecambahnya lebih cepat.
- Keringkan cangkang selama 1-2 hari agar lebih mudah ditangani
- Buat lubang kecil di tepi tipis cangkang, lalu gunting perlahan di sepanjang sisinya
- Berhati-hatilah saat mengungkit, arahkan pisau menjauh dari tubuh agar tidak tergelincir dan melukai tangan
- Bersihkan selaput tipis seperti kertas yang menempel di permukaan biji
4. Rangsang Biji agar Cepat Berkecambah
Ada dua cara yang populer dipakai: rendam air atau bungkus tisu lembap.
- Metode rendam: biji direndam air bersih supaya menyerap air dan siap tumbuh
- Metode tisu: biji dibungkus tisu atau kain lembap, dimasukkan ke kantung plastik, lalu disimpan di tempat hangat yang tidak terkena matahari langsung
Cara kedua ini biasanya lebih disarankan karena bisa memastikan bijinya beneran hidup sebelum ditanam ke media. Biji umumnya mulai bertunas dalam 1-3 minggu — jadi jangan panik kalau belum ada tanda-tanda di minggu pertama.
5. Pindahkan ke Media Tanam
Begitu akar dan tunas kecil mulai muncul, saatnya pindah ke pot.
- Siapkan campuran tanah, pasir, dan kompos yang berdrainase baik
- Tanam biji sedalam 2-3 cm dengan sisi cembung menghadap ke bawah
- Siram secukupnya, lalu taruh pot di tempat hangat dengan cahaya matahari cukup
- Jaga kelembapan medianya — biasanya tunas mulai kelihatan dalam 10 hari sampai 2 minggu
6. Rawat Bibit agar Tetap Subur
Setelah bibit tumbuh, perawatan rutin jadi kunci. Mangga termasuk tanaman tropis yang menyukai kehangatan.
- Berikan sinar matahari langsung minimal 6-8 jam sehari
- Siram secara konsisten, tapi pastikan medianya berdrainase baik karena akar mangga tidak menyukai kondisi tergenang air
- Gunakan pupuk seimbang secukupnya — jika berlebihan, tanaman justru lebih banyak tumbuh daun ketimbang bersiap untuk berbuah
- Pindahkan ke pot yang lebih besar secara bertahap begitu akarnya semakin kuat, agar tanaman tidak stres
Realistis Soal Waktu Berbuah
Bagian ini penting dipahami sejak awal agar ekspektasinya sesuai: pohon mangga dari biji membutuhkan waktu sekitar 5-8 tahun untuk mulai berbunga, kadang lebih lama tergantung kondisi perawatan. Jadi, jika tujuan utamanya adalah panen cepat, cara ini mungkin bukan pilihan paling efisien.
Biji vs Cangkok, Mana yang Lebih Masuk Akal?
Jika tujuannya memang ingin cepat panen, bibit hasil cangkok atau okulasi jelas lebih masuk akal. Namun, jika tujuannya menikmati prosesnya sambil belajar, menanam dari biji tetap menarik dan hampir tanpa biaya.
FAQ
1. Apakah biji mangga bisa langsung ditanam setelah dimakan buahnya?
Bisa, tapi sebaiknya bersihkan dulu sisa daging buahnya. Biji yang masih segar umumnya lebih cepat berkecambah dibanding biji yang sudah lama disimpan dan mengering.
2. Berapa lama biji mangga mulai tumbuh?
Umumnya biji mulai berkecambah dalam beberapa minggu, tapi waktunya bisa beda-beda tergantung kesegaran biji, suhu, kelembapan, dan media tanam yang dipakai.
3. Apakah pohon mangga dari biji bisa cepat berbuah?
Bisa berbuah, tapi biasanya butuh waktu lebih lama dibanding pohon hasil okulasi atau sambung. Kalau targetnya panen cepat, perbanyakan vegetatif lebih efektif ketimbang menanam dari biji.
Recommended By Editor
- Cabai rimbun tapi tak kunjung berbuah? Cek 9 penyebab ini
- Jangan asal tanam, ini cara menanam stroberi di rumah agar cepat berbuah
- 7 Cara merawat pohon jambu air tetap pendek tapi rajin berbuah
- Tak perlu beli terus, begini cara menanam ketumbar agar bisa dipetik berkali-kali
- Bikin kelor tetap pendek dan rimbun, begini cara memangkasnya

