- Jangan buru-buru memangkas kelor yang masih kecil
- Potong pucuk saat batang mulai terlalu tinggi
- Cara memangkas pucuk kelor
- Rapikan cabang yang kembali menjulang
- Sisakan cabang yang sehat
- Pangkas sedikit-sedikit, jangan menunggu terlalu tinggi
- Sekalian panen pucuk dan daun mudanya
- Kenapa kelor perlu dibuat lebih pendek?
- Hindari kesalahan saat memangkas kelor
- Pola sederhana membuat kelor tetap pendek
- FAQ
Brilio.net - Pohon kelor memang termasuk tanaman yang mudah tumbuh. Masalahnya, pertumbuhan yang terlalu dibiarkan bisa membuat batang terus menjulang dan daun di bagian atas akhirnya sulit dijangkau saat ingin dipanen.
Kabar baiknya, kelor tidak harus dibiarkan tumbuh tinggi seperti pohon besar. Dengan pemangkasan yang dilakukan secara bertahap, bentuk tanaman bisa lebih kompak, cabangnya lebih banyak, dan bagian daun lebih mudah dijangkau dari halaman rumah.
Dilansir Brilio.net dari Liputan6.com, kunci membuat kelor tetap pendek sekaligus rimbun terletak pada pengendalian pucuk dan cabang. Pemangkasan bukan berarti memotong tanaman sebanyak-banyaknya, melainkan mengarahkan pertumbuhan agar tidak hanya terpusat ke atas.
Jangan buru-buru memangkas kelor yang masih kecil
Sebelum mengambil gunting pangkas, lihat dulu kondisi tanaman. Kelor yang masih sangat kecil atau belum tumbuh kuat sebaiknya tidak langsung dipangkas berat.
Tanaman yang sehat dan sudah cukup kuat akan lebih siap menghadapi pemangkasan dan menumbuhkan tunas baru. Sebaliknya, pemangkasan berat sebaiknya dihindari ketika kelor sedang layu, sakit, atau mengalami masalah pada bagian akar.
Jadi, tujuan awalnya bukan membuat tanaman sependek mungkin, tetapi memastikan kelor memiliki kondisi yang cukup kuat untuk kembali tumbuh setelah dipangkas.
Potong pucuk saat batang mulai terlalu tinggi
Kalau batang utama mulai menjulang dan tanaman sulit dijangkau, bagian pucuk bisa dipangkas menggunakan gunting yang bersih dan tajam.
Pemotongan pucuk dilakukan untuk mengurangi dominasi pertumbuhan ke arah atas. Setelah pucuk dikendalikan, tanaman dapat diarahkan untuk mengembangkan tunas samping.
Namun, jangan langsung memangkas bagian atas dalam jumlah besar, terutama jika kelor sudah telanjur sangat tinggi. Pemangkasan secara bertahap lebih mudah untuk mengontrol bentuk tanaman.
Cara memangkas pucuk kelor
1. Pastikan tanaman dalam kondisi sehat.
2. Gunakan gunting pangkas yang bersih dan tajam.
3. Tentukan bagian pucuk yang terlalu tinggi.
4. Potong secara bertahap, bukan sekaligus dalam jumlah besar.
5. Amati pertumbuhan tunas baru setelah pemangkasan.
Rapikan cabang yang kembali menjulang
Setelah tunas samping mulai tumbuh, jangan hanya memperhatikan batang utama. Cabang yang berkembang terlalu panjang juga perlu dikontrol.
Pilih cabang yang tumbuh terlalu tinggi atau keluar dari bentuk tanaman yang diinginkan. Pangkas bagian tersebut sambil mempertahankan mata tunas yang sehat.
Dengan cara ini, pertumbuhan baru tetap punya titik untuk berkembang. Bentuk tanaman pun dapat diarahkan supaya lebih melebar daripada hanya memanjang ke atas.
Sisakan cabang yang sehat
Kesalahan yang perlu dihindari adalah menganggap semua cabang harus dipotong agar kelor terlihat rapi. Justru beberapa cabang sehat perlu dipertahankan sebagai kerangka utama tanaman.
Pilih cabang yang:
- Tumbuh sehat.
- Memiliki arah pertumbuhan yang diinginkan.
- Tidak rusak atau mati.
- Membantu membentuk tanaman lebih melebar.
Jangan memangkas semua cabang dalam satu waktu. Terlalu banyak bagian tanaman yang dipotong sekaligus dapat membuat tanaman kehilangan banyak bagian hijau yang dibutuhkan untuk tetap tumbuh.
Pangkas sedikit-sedikit, jangan menunggu terlalu tinggi
Mengontrol kelor akan lebih mudah jika pemangkasan dilakukan secara rutin. Tidak perlu menunggu sampai batang kembali menjulang tinggi baru mengambil gunting.
Saat pucuk atau cabang mulai terlalu panjang, lakukan pemangkasan ringan. Pola seperti ini membuat bentuk tanaman lebih mudah dikendalikan dibandingkan harus melakukan pemangkasan besar setelah kelor terlanjur tinggi.
Kuncinya adalah konsisten, bukan memangkas sebanyak mungkin.
Sekalian panen pucuk dan daun mudanya
Jika kelor memang ditanam untuk dimanfaatkan daunnya, aktivitas panen bisa sekaligus membantu mengontrol ukuran tanaman.
Pucuk dan daun muda yang sehat dapat diambil secara berkala. Dengan begitu, bagian tanaman yang terlalu panjang bisa dimanfaatkan sekaligus menjaga kelor tetap mudah dijangkau.
Meski begitu, jangan mengambil seluruh daun dan cabang sekaligus. Sisakan bagian hijau yang cukup agar tanaman tetap memiliki bagian untuk melanjutkan pertumbuhan.
Kenapa kelor perlu dibuat lebih pendek?
Mengontrol tinggi kelor bukan sekadar urusan tampilan. Ada beberapa keuntungan praktis yang bisa dirasakan, terutama jika tanaman berada di halaman rumah.
1. Lebih gampang mengambil daun
Daun yang berada di bagian atas tanaman tinggi bisa sulit dijangkau. Kelor yang dipertahankan tetap pendek membuat proses memetik daun dan pucuk lebih praktis.
2. Bentuk tanaman lebih bercabang
Pemangkasan pucuk dapat membantu mengarahkan pertumbuhan ke bagian samping. Jika dilakukan dengan tepat, tanaman dapat memiliki lebih banyak cabang dan tampak lebih rimbun.
3. Lebih cocok untuk halaman terbatas
Tanaman yang dikontrol ukurannya tidak membutuhkan ruang vertikal sebesar kelor yang dibiarkan tumbuh bebas. Hal ini membuatnya lebih mudah ditempatkan di halaman rumah atau dalam pot.
4. Lebih mudah dirawat
Tanaman yang tidak terlalu tinggi lebih gampang diperiksa. Penyiraman, pemupukan, pemangkasan, hingga pengecekan daun yang rusak juga menjadi lebih praktis.
5. Tampilan lebih teratur
Cabang yang menjulang atau tumbuh terlalu panjang bisa diarahkan kembali sehingga bentuk kelor terlihat lebih kompak.
Hindari kesalahan saat memangkas kelor
Keinginan membuat kelor cepat pendek justru bisa menjadi masalah jika pemangkasan dilakukan terlalu agresif. Beberapa hal yang sebaiknya dihindari antara lain:
- Memotong hampir seluruh cabang sekaligus.
- Memangkas saat tanaman sedang sakit atau lemah.
- Membiarkan tanaman terlalu tinggi sebelum mulai mengontrol pertumbuhannya.
- Memberikan pupuk berlebihan dengan tujuan memperbanyak daun.
- Menempatkan kelor di lokasi yang minim cahaya.
- Membiarkan media tanam terlalu basah dalam waktu lama.
Untuk tanaman yang masih dalam tahap pertumbuhan, fokus utama sebaiknya menjaga kondisinya tetap sehat terlebih dahulu. Setelah tanaman cukup kuat, pemangkasan bisa dilakukan secara bertahap untuk membentuk arah pertumbuhannya.
Pola sederhana membuat kelor tetap pendek
SECARA BERKALA
FAQ
1. Apakah pohon kelor bisa dibuat tetap pendek?
Bisa. Tinggi kelor dapat dikontrol melalui pemangkasan pucuk dan cabang secara berkala.
2. Kapan kelor sebaiknya mulai dipangkas?
Pemangkasan sebaiknya dilakukan ketika tanaman sudah cukup kuat dan dalam kondisi sehat. Pemangkasan ringan secara berkala lebih baik daripada menunggu tanaman terlalu tinggi lalu memangkasnya secara berlebihan.
3. Bagaimana supaya kelor tetap rimbun setelah dipangkas?
Kontrol pucuk dan cabang yang terlalu panjang, tetapi tetap pertahankan cabang serta bagian hijau yang sehat. Tanaman juga perlu mendapat cukup cahaya, air secukupnya, dan nutrisi yang sesuai.
Recommended By Editor
- Jangan buang bijinya, begini cara menanam mangga dari sisa buah di rumah
- Cara merawat cabai di polybag agar subur dan rajin berbuah, perhatikan 6 hal ini
- Jangan asal siram, ini 6 cara menggunakan air cucian beras untuk tanaman hias
- 4 Cara mengolah kulit pisang jadi pupuk, bisa cair hingga bubuk untuk tanaman cabai
- Tak punya halaman luas? Kangkung tetap bisa ditanam di polybag
- Pangkal wortel yang biasanya dibuang ternyata bisa tumbuh, begini cara menanamnya

