Brilio.net - Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (MenPAN-RB) Rini Widyantini menyampaikan pesan khusus kepada seluruh aparatur sipil negara (ASN) melalui surat yang ditulis tangan.

surat MenPAN RB untuk ASN © 2026

surat MenPAN RB untuk ASN
© 2026 /Instagram/@menpanrb

Surat tersebut terdiri dari empat lembar yang ditulis menggunakan tinta hijau. Rini kemudian membagikannya melalui akun Instagram @menpanrb pada Sabtu (18/7/2026).

Dalam keterangan unggahannya, sebagaimana dikutip brilio.net dari Instagram menpanrb, Minggu (19/7/2026), Rini menuliskan pesan singkat kepada para ASN.

"Untuk seluruh ASN yang saya cintai dan banggakan.

Melalui pesan ini, saya ingin menyampaikan rasa hormat dan terima kasih kepada seluruh ASN yang setiap hari terus bekerja melayani masyarakat.

Teruslah menjaga integritas, menguatkan semangat pengabdian, dan menjadi kebanggaan Indonesia," demikian isi caption unggahan foto tulisan tangan yang memuat lebih banyak pesan.

Rini sampaikan apresiasi atas pengabdian ASN

surat MenPAN RB untuk ASN © 2026

surat MenPAN RB untuk ASN
© 2026 /Instagram/@menpanrb

Pada bagian awal surat, Rini menyampaikan penghargaan kepada seluruh ASN yang setiap hari menjalankan tugas pelayanan kepada masyarakat.

"Kepada seluruh Aparatur Sipil Negara di penjuru Indonesia, yang saya cintai dan banggakan."

Ia mengakui bahwa pekerjaan sebagai ASN tidak selalu dijalani dalam kondisi yang mudah. Menurut Rini, ada aparatur yang harus bekerja di tengah berbagai keterbatasan, menghadapi ekspektasi publik yang tinggi, hingga tetap memberikan pelayanan meski sedang menghadapi persoalan pribadi.

"Saya tahu, tidak semua hari terasa mudah...

Ada yang bekerja dengan keterbatasan.

Ada yang menghadapi ekspektasi masyarakat yang tinggi.

Ada yang harus tetap tersenyum melayani, meskipun sedang menyimpan lelah, rindu keluarga, atau persoalan pribadi."

Meski demikian, Rini menilai para ASN tetap hadir menjalankan amanah pelayanan setiap hari.

"Namun setiap pagi, Anda tetap mengenakan seragam pengabdian. Tetap membuka ruang pelayanan. Tetap menjawab kebutuhan masyarakat. Tetap hadir. Dan ketahuilah, kehadiran itu berarti amanah dan ibadah."

surat MenPAN RB untuk ASN © 2026

surat MenPAN RB untuk ASN
© 2026 /Instagram/@menpanrb

Pengabdian ASN dinilai menjadi wujud kehadiran negara

Dalam surat tersebut, Rini juga menegaskan bahwa berbagai layanan yang diterima masyarakat merupakan hasil kerja para aparatur di berbagai sektor.

Ia mencontohkan pelayanan pendidikan, layanan kesehatan, penyaluran bantuan sosial, pembangunan infrastruktur hingga pengelolaan data sebagai bentuk nyata kehadiran negara.

"Namun setiap anak yang mendapat pendidikan lebih baik, setiap pasien yang dilayani dengan tulus, setiap bantuan yang sampai kepada masyarakat, setiap jalan yang dibangun, setiap data yang dikelola dengan benar, semuanya adalah wajah nyata negara yang bekerja.

Negara hadir melalui tangan-tangan Anda."

surat MenPAN RB untuk ASN © 2026

surat MenPAN RB untuk ASN
© 2026 /Instagram/@menpanrb

Ajak ASN tetap profesional menghadapi tantangan

Rini menilai tantangan yang dihadapi birokrasi saat ini seharusnya menjadi dorongan untuk meningkatkan profesionalisme dalam memberikan pelayanan publik.

"Tantangan jadikan booster untuk terus semangat melayani. Justru saat tantangan besarlah profesionalisme dibuktikan, dan pengabdian menemukan maknanya."

Ia juga mengingatkan bahwa sejarah bangsa dibangun oleh orang-orang yang tetap menjalankan tugas meski berada dalam situasi yang tidak mudah.

"Sejarah bangsa ini tidak dibangun oleh mereka yang bekerja hanya ketika keadaan mudah. Sejarah dibangun oleh mereka yang tetap berdiri, tetap bekerja, dan tetap percaya bahwa kebaikan yang dilakukan hari ini akan menjadi warisan bagi generasi berikutnya."

surat MenPAN RB untuk ASN © 2026

surat MenPAN RB untuk ASN
© 2026 /Instagram/@menpanrb

MenPAN-RB: Masih banyak ASN bekerja tanpa sorotan

Pada bagian akhir surat, Rini menyampaikan keyakinannya bahwa masih banyak ASN yang menjalankan tugas dengan penuh dedikasi meski tidak selalu mendapat perhatian publik.

"Saya percaya masih sangat banyak aparatur yang bekerja dalam diam, tanpa sorotan, tanpa pujian, tetapi dengan dedikasi yang luar biasa. Mereka adalah wajah Indonesia yang sesungguhnya."

Ia juga mengajak ASN terus memegang nilai-nilai dasar profesi, menjaga integritas, meningkatkan kompetensi, dan memperkuat kualitas pelayanan kepada masyarakat.

"Teruslah menjadi ASN yang berAKHLAK. Teruslah menjaga integritas, meningkatkan kompetensi, saling menguatkan, dan menghadirkan pelayanan yang semakin berkualitas."

Menutup suratnya, Rini kembali menyampaikan apresiasi kepada seluruh ASN atas dedikasi yang telah diberikan.

"Terima kasih atas dedikasi, kesabaran dan ketulusan Anda semua. Tetaplah menjadi cahaya. Tetaplah melayani, bahkan ketika tidak semua orang melihat."

Surat tersebut diakhiri dengan pesan penegasan mengenai pentingnya peran ASN bagi pembangunan Indonesia.

"Karena Indonesia yang maju tidak lahir dari kerja satu orang, tapi dari jutaan ASN yang memilih untuk tetap mengabdi dengan hati.

Teruslah melayani.

Teruslah menginspirasi.

Teruslah menjaga Indonesia."

surat MenPAN RB untuk ASN © 2026

surat MenPAN RB untuk ASN
© 2026 /Instagram/@menpanrb

Muncul setelah kritik DPR terhadap mentalitas sebagian ASN

surat MenPAN RB untuk ASN © 2026

surat MenPAN RB untuk ASN
© 2026 /Instagram/@menpanrb

Unggahan Rini muncul beberapa hari setelah Ketua Komisi II DPR RI M Rifqinizamy Karsayuda melontarkan kritik terhadap mentalitas sebagian ASN dalam rapat kerja bersama Kementerian PANRB di Kompleks Parlemen, Senayan, Rabu (15/7/2026).

Rifqi menilai masih ada oknum ASN yang menjalankan pola kerja sebatas memenuhi kewajiban absensi tanpa menunjukkan produktivitas.

"Mentalitas sumber daya manusianya enggak berubah, masih ngabsen, pulang, ngopi, sore ngabsen lagi," tegas Rifqi, dikutip brilio.net dari YouTube TVR Parlemen, Minggu (19/7/2026).

surat MenPAN RB untuk ASN © 2026

surat MenPAN RB untuk ASN
© 2026 /YouTube/TVR PARLEMEN

Ia juga membandingkan budaya kerja di sektor pemerintahan dengan sektor swasta. Menurutnya, pegawai swasta dituntut mempertahankan kinerja agar tetap kompetitif, sedangkan birokrasi dinilai masih memberi ruang bagi kinerja yang kurang optimal tanpa konsekuensi yang tegas.