Brilio.net - Sejumlah aksi penyampaian pendapat dijadwalkan berlangsung di wilayah hukum Polda Metro Jaya pada Kamis (27/8/2026). Polisi memetakan tiga lokasi utama yang menjadi titik penyampaian aspirasi, yakni Gedung DPR/MPR RI, Silang Selatan Monas atau seberang Gedung Danareksa, serta Taman Pandang Silang Monas.

Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol Budi Hermanto mengatakan terdapat puluhan agenda penyampaian pendapat yang berlangsung pada hari tersebut. Selain aksi unjuk rasa, terdapat pula agenda masyarakat lainnya.

“Sebanyak 80 agenda berlangsung di wilayah hukum Polda Metro Jaya, terdiri atas 62 kegiatan penyampaian pendapat di muka umum dan 18 kegiatan masyarakat lainnya,” kata Budi dalam keterangan tertulis, Kamis (27/8/2026), dilansir brilio.net dari Liputan6.com.

Sebanyak 18.504 Personel Disiapkan untuk Pengamanan

Sebanyak 18.504 personel dikerahkan untuk mendukung pengamanan berbagai agenda di sejumlah wilayah Jakarta Pusat. Khusus kawasan Gedung DPR/MPR RI, 4.274 personel disiapkan untuk memberikan pelayanan dan pengamanan.

Pengamanan juga dilakukan di sejumlah kawasan yang berpotensi menjadi jalur pergerakan massa, mulai dari kompleks DPR/MPR RI hingga Fly Over Semanggi, Pintu Escape SPARK, TVRI, Hotel Mulia, Asia Afrika, Gerbang Pancasila, Palmerah, Stasiun Palmerah, Masjid DPR, Gedung LHK, BPK RI, Lorong Warga, hingga Ladokgi Atas.

Personel turut ditempatkan di Bundaran HI dan Dukuh Atas untuk mengantisipasi pergerakan massa serta dampaknya terhadap lalu lintas.

Kapolres Metro Jakarta Pusat Kombes Pol Dr. Reynold E.P. Hutagalung memimpin pengamanan di Zona 1 kawasan Ring 1 DPR/MPR RI sejak pukul 07.00 WIB. Sementara itu, pengamanan wilayah hukum Polsek Metro Gambir dipimpin Wakapolres Metro Jakarta Pusat AKBP Mirzal Maulana.

Polisi Kedepankan Pendekatan Humanis

Dalam pengamanan aksi, polisi menyatakan pendekatan komunikasi dan persuasif menjadi bagian utama pelayanan kepada peserta unjuk rasa. Personel yang bertugas di kawasan tersebut juga disebut tidak membawa senjata api maupun senjata tajam.

“Kami hadir untuk memberikan rasa aman dan nyaman kepada seluruh masyarakat yang menyampaikan aspirasi. Anggota yang bertugas tidak membawa senjata api maupun senjata tajam. Kami mengedepankan pendekatan humanis, komunikasi, dan persuasif dalam melayani masyarakat,” ujar Reynold dalam keterangannya, Kamis.

Polisi juga mengimbau peserta aksi menjaga ketertiban serta mengikuti arahan petugas. Hak masyarakat lain yang menggunakan ruang publik turut diminta untuk dihormati.

“Polri memberikan pelayanan kepada masyarakat yang menyampaikan aspirasi sekaligus memastikan aktivitas publik tetap berjalan aman dan nyaman. Mari bersama-sama menjaga ruang demokrasi dengan tertib, damai, dan saling menghormati,” pungkas Budi.

Sejumlah Jalan Berpotensi Dialihkan

Aktivitas demonstrasi di sekitar DPR/MPR berpotensi memengaruhi arus kendaraan. Dinas Perhubungan (Dishub) DKI Jakarta menyiapkan rekayasa lalu lintas secara situasional dengan mempertimbangkan kondisi serta pergerakan massa di lapangan.

Kepala Dishub DKI Jakarta Budi Awaluddin mengatakan pengalihan arus tidak dilakukan secara otomatis, melainkan menyesuaikan situasi.

"Rekayasa lalu lintas akan dilakukan secara situasional dengan mempertimbangkan kondisi dan pergerakan massa di lapangan. Masyarakat diharapkan mengikuti arahan petugas dan menggunakan jalur alternatif apabila terjadi pengalihan arus," kata Budi di Jakarta, Rabu (26 Agustus 2026).

Sebanyak 120 petugas Dishub DKI disiapkan dalam dua shift. Sebanyak 60 petugas bertugas pada pukul 07.00-13.00 WIB dan 60 lainnya pada pukul 13.00-19.00 WIB.

Ruas di Sekitar DPR/MPR

Jalan Letjen S. Parman sisi selatan, dari Semanggi hingga Simpang Slipi, menjadi salah satu ruas yang berpotensi terdampak apabila terjadi kepadatan.

"Kami mengimbau masyarakat untuk mengantisipasi perjalanan, khususnya yang akan melintasi kawasan terdampak aksi," ujar Budi.

Jika diperlukan pengalihan, kendaraan dari Cawang menuju kawasan tersebut dapat diarahkan melalui Jalan Jenderal Gatot Subroto, Jalan Jenderal Sudirman, Jalan Sisingamangaraja, Jalan Asia Afrika, Jalan Patal Senayan, dan seterusnya.

Sementara kendaraan dari Tomang menuju Cawang dapat dialihkan melalui Jalan Tomang Raya, Jalan Balikpapan, Jalan Suryopranoto, Jalan Juanda, dan seterusnya.

Untuk kendaraan dari Blok M menuju Tomang, jalur alternatif yang disiapkan antara lain Jalan Sisingamangaraja, Jalan Asia Afrika, dan Jalan Patal Senayan. Pengendara juga dapat diarahkan melalui Jalan Jenderal Gatot Subroto menuju Cawang.

Ruas di Sekitar Istana

Sejumlah jalan di kawasan Istana juga masuk dalam perhatian pengaturan lalu lintas, di antaranya Jalan M.H. Thamrin, Jalan Jenderal Sudirman, Jalan Medan Merdeka Barat, Jalan KH. Wahid Hasyim, Jalan Kebon Sirih, dan Jalan Budi Kemuliaan.

Jika terjadi kepadatan dari arah Tugu Tani menuju Tanah Abang, kendaraan dapat dialihkan melalui Jalan M.I. Ridwan Rais, Jalan Medan Merdeka Timur, Jalan Veteran, Jalan Cideng Timur, dan seterusnya.

"Sementara kendaraan dari Tanah Abang menuju Pulogadung dapat dialihkan melalui Jalan Abdul Muis, Jalan Majapahit, Jalan Ir. H. Juanda, dan seterusnya," katanya.

Arus kendaraan dari Senayan menuju Kota juga dapat dialihkan melalui Jalan KH. Mas Mansyur, Jalan Cideng Barat, Jalan Cideng Timur, Jalan Abdul Muis, Jalan Majapahit, dan seterusnya.

Sedangkan kendaraan dari Harmoni menuju Senayan dapat diarahkan melalui Jalan Ir. H. Juanda, Jalan Pos, Jalan Gedung Kesenian, Jalan Lapangan Banteng Utara, Jalan Katedral, Jalan Pejambon, Jalan M.I. Ridwan Rais, Jalan Tugu Tani, Jalan Menteng Raya, Jalan Taman Cut Mutiah, Jalan GSSJ Samratulangi, Jalan HOS Cokroaminoto, Jalan H.R. Rasuna Said, dan seterusnya.

Dishub Siapkan 10 Titik Pengaturan dan 4 Mobil Derek

Untuk mendukung kelancaran lalu lintas, Dishub DKI menyiapkan 10 titik pengaturan. Lokasinya meliputi Simpang Senayan arah Bundaran Senayan, FX, TL Fairmont, Patal Senayan, Pintu 10, Hotel Mulia, Simpang Pal Merah, Masjid Babah Alun, Ladokgi, serta Ladokgi bawah atau kolong.

Empat mobil derek juga disiagakan di Pintu 10, bawah Flyover Ladokgi, Hotel Mulia, dan FX untuk digunakan apabila dibutuhkan dalam penanganan lalu lintas.

"Dishub DKI akan terus memantau situasi dan berkoordinasi dengan kepolisian serta unsur terkait selama pelaksanaan aksi. Masyarakat diminta mengikuti arahan petugas, berhati-hati saat berkendara, serta menyesuaikan waktu dan rute perjalanan dengan kondisi lalu lintas terkini," tandas Budi.

Lalu Lintas Masih Normal

Meski sejumlah ruas telah disiapkan untuk kemungkinan pengalihan, kondisi lalu lintas Jakarta pada Rabu malam, 26 Agustus 2026, masih dilaporkan normal. Pengalihan arus secara menyeluruh belum diberlakukan dan penerapannya akan mengikuti situasi di lapangan.

Dirlantas Polda Metro Jaya Kombes Pol Firman Darmansyah mengatakan kondisi Jakarta menjelang pelaksanaan aksi masih aman dan kondusif.

“Untuk saat ini sampai besok Jakarta dalam kondisi aman dan kondusif, termasuk arus lalu lintas secara umum tetap berjalan normal,” kata Firman saat dihubungi, Rabu, 26 Agustus 2026 malam.

Firman menambahkan, pengaturan maupun pengalihan arus akan diterapkan apabila kondisi di lapangan memerlukannya, terutama ketika aktivitas massa berdampak terhadap kepadatan kendaraan.

“Pengaturan maupun pengalihan arus akan dilakukan secara situasional sesuai perkembangan di lapangan,” ujarnya.

Ia juga mengingatkan masyarakat agar tetap tenang serta memastikan informasi yang diterima benar sebelum menyebarkannya.

“Masyarakat diimbau untuk tetap tenang, tidak mudah terprovokasi, serta memastikan kebenaran informasi sebelum membagikannya,” katanya.