Brilio.net - Istilah ubi bombing muncul dalam rapat penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang dipimpin Presiden Prabowo Subianto di Palembang, Sumatra Selatan, Senin (24/8/2026). Istilah tersebut merujuk pada gagasan penggunaan bahan berbasis tepung ubi atau singkong untuk membantu menangani kebakaran.

Pembahasan mengenai ubi bombing bermula ketika Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo melaporkan adanya bahan pemadam yang menggunakan tepung ubi sebagai bahan utama. Bahan tersebut disebut dapat digunakan untuk menangani api pada tahap awal dan berpotensi membantu menghambat penyebaran api.

Prabowo kemudian meminta bahan tersebut dikembangkan dan diuji dalam skala lebih besar. Namun, berdasarkan paparan dalam rapat, inovasi tersebut masih membutuhkan riset, peningkatan kapasitas produksi, serta pengujian untuk mengetahui efektivitasnya ketika digunakan pada kebakaran dengan cakupan lebih luas.

apa itu ubi bombing © 2026

apa itu ubi bombing
© 2026 /YouTube Sekretariat Presiden

Lantas, apa sebenarnya ubi bombing dan bagaimana penggunaannya? Berikut penjelasannya yang dilansir brilio.net dari YouTube Sekretariat Presiden, Selasa (25/8/2026).

1. Ubi bombing menggunakan bahan dasar tepung singkong

apa itu ubi bombing © 2026

apa itu ubi bombing
© 2026 /YouTube Sekretariat Presiden

Ubi bombing bukan berarti singkong dilempar atau dijatuhkan ke titik kebakaran. Istilah tersebut digunakan Prabowo ketika membahas bahan pemadam yang dilaporkan berbahan dasar tepung ubi atau singkong.

Dalam rapat tersebut, Kapolri menjelaskan bahwa bahan itu dapat digunakan untuk membantu mencegah maupun memadamkan api. Saat Prabowo menanyakan bahan bakunya, Kapolri menjawab bahwa bahan tersebut berasal dari ubi yang telah diolah menjadi tepung.

Pangdam II/Sriwijaya Mayjen TNI Ujang Darwis kemudian menyampaikan bahwa inovasi tersebut merupakan temuan anggota Babinsa di Lubuklinggau. Hasil inovasi itu telah dipaparkan kepada pihak terkait dan diteruskan kepada BNPB.

“Siap. Izin melaporkan Presiden Prabowo, seperti yang dilaporkan oleh Bapak Kapolri, itu adalah hasil temuan dari anggota kami, Bapak. Babinsa di Lubuklinggau, Bapak. Kami pada saat kunjungan Pak Kapolri, kemudian Menko Polhukam sudah kami paparkan, Bapak. Memang kapasitas produksi masih kecil, Bapak. Kalau memang ada ini, kami akan coba secara besar sehingga nanti ini juga sudah disampaikan kepada BNPB, Pak. Siap,” ujar Ujang Darwis.

2. Bentuknya tidak berupa tepung yang ditebarkan

Dalam pemaparan Kapolri, bahan berbasis tepung tersebut memiliki lebih dari satu bentuk penggunaan.

Salah satunya berupa tepung yang dibentuk seperti bola-bola kecil (bahkan ada yang menyebut dalam bentuk gel dalam video rapat tersebut). Bentuk tersebut disebut telah digunakan untuk menangani api dalam skala kecil.

Selain itu, terdapat konsep penggunaan bahan yang dapat disemprotkan. Cara ini disebut memiliki fungsi untuk membantu menghambat api dan mencegah suatu objek lebih mudah terbakar ketika terkena panas.

Kapolri menjelaskan, “Jadi kalau disemprot dengan alat, dengan zat tersebut, itu dia bisa mencegah agar antara api, O2, dan CO2 itu bisa terpisah."

3. Cara kerjanya disebut dengan memisahkan unsur yang mendukung pembakaran

Dalam rapat, Kapolri menjelaskan bahwa bahan tersebut dapat membantu mencegah proses pembakaran dengan memisahkan unsur yang berkaitan dengan api, oksigen (O₂), dan karbon dioksida (CO₂).

Selain digunakan ketika api sudah muncul, bahan tersebut juga disebut berpotensi digunakan untuk mencegah api menyebar atau membuat suatu objek lebih sulit terbakar.

“Jadi dia bisa digunakan untuk mencegah, dia juga bisa digunakan untuk memadamkan api. Api mula-mula, Pak,” ujar Kapolri.

Untuk penggunaan pada kebakaran yang lebih besar, Kapolri menyebut efektivitasnya masih bergantung pada ukuran dan volume bahan yang digunakan.

“Tapi kalau misalkan luasannya atau size dari jumlah tepung tersebut cukup, mungkin api dalam bentuk sedang atau besar juga bisa. Itu yang bisa kami laporkan. Terima kasih, Pak,” pungkasnya.

4. Kapasitas produksinya masih terbatas

apa itu ubi bombing © 2026

apa itu ubi bombing
© 2026 /YouTube Sekretariat Presiden

Inovasi tersebut memang menarik perhatian dalam rapat, tetapi produksinya belum berada pada skala besar.

Mayjen TNI Ujang Darwis menyampaikan bahwa kemampuan produksi bahan tersebut saat ini masih kecil. Karena itu, pengembangan lebih lanjut diperlukan apabila bahan tersebut akan digunakan untuk membantu penanganan karhutla dalam cakupan yang lebih luas.

Prabowo kemudian meminta agar produksi ditingkatkan sekaligus dilakukan pengujian untuk mengetahui seberapa efektif bahan tersebut jika digunakan dalam jumlah besar.

Presiden juga meminta kebutuhan biaya produksi diajukan agar proses pengembangan dapat dilanjutkan.

“Menarik sekali. Bahan bakunya dari ubi, dari singkong. Coba diproduksi dalam skala besar. Ajukan biaya untuk produksinya. Kita usahakan semua upaya. Berarti yang kita waterbomb bukan waterbomb, ubi bombing. Ubi bombing,” ucap Kepala Negara.

5. Ubi bombing masih perlu diuji untuk kebakaran skala besar

Hal penting yang perlu dipahami, ubi bombing saat ini masih berada pada tahap pengembangan dan pengujian. Dalam rapat, Prabowo bahkan membahas kemungkinan menguji penggunaan bahan tersebut melalui helikopter atau pesawat.

Prabowo menanyakan kapasitas angkut helikopter MI-17 yang biasa digunakan dalam operasi water bombing. Peserta rapat menyebut kapasitasnya sekitar 4 ton.

Dari pembahasan tersebut, muncul gagasan untuk menguji berapa luas area yang dapat ditangani jika bahan berbasis bahan baku tepung ubi atau singkong tersebut dibawa dalam jumlah besar.

Jadi, pembahasan ubi bombing bukan berarti pemerintah sudah mengganti metode water bombing. Gagasan tersebut masih perlu dibuktikan melalui uji coba untuk mengetahui efektivitas, kebutuhan volume bahan, cara distribusi, serta luas area yang dapat ditangani.

Bedanya ubi bombing dan water bombing

MetodeBahan yang DigunakanStatus dalam PembahasanTujuan
Water bombingAirSudah digunakan dalam penanganan karhutla.Menjatuhkan air dari udara untuk membantu memadamkan api.
Ubi bombingBahan berbasis tepung ubi atau singkongMasih dikembangkan dan perlu diuji lebih lanjut.Membantu memadamkan api sekaligus menghambat penyebaran atau proses pembakaran.

 

Kenapa disebut “ubi bombing”?

apa itu ubi bombing © 2026

apa itu ubi bombing
© 2026 Gemini AI

Istilah tersebut muncul dari pernyataan Prabowo saat menanggapi laporan mengenai bahan pemadam berbasis singkong. Presiden menyebut gagasan itu sebagai ubi bombing dengan merujuk pada konsep water bombing yang selama ini digunakan untuk menjatuhkan air dari udara ke area terbakar.

"Berarti yang... yang kita water bombing bukan water bombing ya, ubi bombing,” kata Prabowo.

Penyebutan tersebut merupakan istilah yang digunakan Prabowo dalam rapat, bukan nama resmi teknologi yang sudah ditetapkan pemerintah.

Dengan demikian, ubi bombing dapat dipahami sebagai istilah untuk gagasan penggunaan bahan pemadam berbasis tepung ubi atau singkong dalam penanganan karhutla. Inovasi tersebut diklaim sudah diuji coba dan hasilnya efektif oleh anggota Babinsa di Lubuklinggau.

Pengembangannya masih membutuhkan riset, produksi dalam jumlah lebih besar, serta uji efektivitas. Disebutkan pula bahwa penerapannya bukan dalam bentuk tepung langsung ditaburkan, melainkan harus melalui proses formulasi selanjutnya agar efektif memadamkan api. Karena itu, ubi bombing untuk saat ini lebih tepat disebut alternatif yang sedang dikembangkan, bukan pengganti water bombing yang sudah terbukti digunakan di lapangan.