Brilio.net - Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, menyampaikan pernyataan tegas terhadap pihak-pihak yang memandang masa depan bangsa secara pesimistis. Di hadapan para peserta yang hadir, Kepala Negara mempersilakan pihak yang merasa Indonesia suram untuk mencari negara lain. Pernyataan tersebut disampaikan dalam acara puncak peringatan Hari Koperasi ke-79 Tahun 2026 yang berlangsung di Indonesia Arena, Jakarta, pada Minggu (12/7/2026).
"Yang ragu-ragu silakan duduk di rumah aja. Yang merasa Indonesia suram, silakan kalau mau cari negara lain. Silakan, tidak ada yang melarang," kata Prabowo saat memberikan pidato sambutan yang disiarkan Biro Pers, Media, dan Informasi Sekretariat Presiden, dikutip brilio.net dari Liputan 6 SCTV, Selasa (14/7/2026).
Menurut Presiden, persatuan, gotong royong, dan kerja sama antarelemen bangsa menjadi modal penting untuk mewujudkan Indonesia yang lebih sejahtera.
"Kalau di Indonesia mohonlah mari, mari kita bersatu, mari kita gotong royong, mari kita kerja sama. Yang kuat bantu yang lemah, yang lemah kerjasama yang baik. Insyaallah kita akan bangkit, saudara-saudara," ujar Kepala Negara melanjutkan.
Prabowo juga mengimbau agar seluruh elemen masyarakat mengikis sikap saling curiga, dengki, maupun kebiasaan mencaci maki. Menurut Kepala Negara, karakter bangsa Indonesia adalah saling memahami, gemar memaafkan, saling mengasihi, serta saling menolong. Karena itu, ia kembali menekankan pentingnya persatuan meski masyarakat berasal dari latar belakang yang berbeda.
"Tidak ada keberhasilan dengan pertikaian. Tidak ada. Untuk apa kita bertikai? Kita ini satu keluarga. Apapun latar belakang kita, apapun suku kita, apapun latar belakang kita, apapun partai kita, semua partai banyak patriot dan semua partai banyak b****ngannya juga," tutur Prabowo menambahkan.
Peran Strategis Koperasi dan Konsep Indonesia Incorporated
Dalam kesempatan tersebut, Kepala Negara menguraikan esensi dasar dari gerakan koperasi. Prabowo menilai koperasi menjadi sarana yang dapat memperkuat posisi masyarakat kecil dalam kegiatan ekonomi. Prabowo menganalogikan gerakan ini seperti ikatan sapu lidi yang memadukan elemen-elemen kecil menjadi satu kesatuan yang kokoh.
"Koperasi adalah alatnya orang lemah, alatnya orang miskin. Tapi, tapi seperti sapu lidi. Satu lidi, satu lidi, satu lidi, satu lidi, satu lidi, lemah! Tapi bergabung, itu kekuatan, Saudara-saudara sekalian!" jelas Presiden saat berpidato.
Menurut Prabowo, koperasi dapat menjadi kekuatan ekonomi yang menjaga perputaran modal tetap berada di dalam negeri.
Lebih lanjut, Prabowo menyatakan konsep Indonesia Incorporated menggambarkan sinergi seluruh pelaku ekonomi, mulai dari koperasi, UMKM, swasta, hingga BUMN dan BUMD agar saling menguatkan.
"Karena Indonesia ini negara besar, kita butuh, kita butuh koperasi, kita butuh UMKM, kita butuh swasta, kita butuh BUMN, BUMD, kita butuh semuanya!" papar Presiden secara rinci.
Kepala Negara menegaskan bahwa keberadaan koperasi memegang posisi sentral dalam struktur ekonomi nasional.
"Bahwa koperasi adalah salah satu soko guru. Salah satu soko guru. Kalau kita memperkuat koperasi, bukan berarti kita akan memperlemah yang lain. No! Kita perkuat semuanya saudara-saudara sekalian. Indonesia kaya, Indonesia akan bangkit, dan Indonesia akan mampu memperkuat semua kekuatan di Republik Indonesia ini!" kata Presiden menegaskan.
Pemerataan Ekonomi Mulai dari Wilayah Pedesaan
Presiden Prabowo juga menyoroti target jangka panjang pemerintah dalam meningkatkan kesejahteraan para pekerja di sektor agraria dan maritim. Prabowo juga menyampaikan target pemerintah untuk meningkatkan kesejahteraan petani, nelayan, dan buruh melalui penguatan ekonomi dari tingkat desa.
"...sekarang! Karena kita akan buat petani, nelayan, buruh, makmur. Ekonomi kita akan bangkit dari desa, kecamatan, kabupaten!" ucap Kepala Negara menekankan alur pembangunan ekonomi baru.
Prabowo mengatakan pemerintah ingin agar perputaran ekonomi lebih banyak terjadi di desa, kecamatan, dan kabupaten sehingga manfaatnya dapat dirasakan masyarakat setempat.
"Dan uangnya akan tinggal di desa, di kecamatan, di kabupaten. Kita akan balikkan. Kalau selama ini kekayaan rakyat Indonesia disedot, kita kembalikan sekarang! Ekonomi akan turun ke rakyat!" kata Presiden menjelaskan.
Dalam pidatonya, Prabowo juga mengaku menerima laporan bahwa sejumlah petani kini sudah mampu berlibur ke luar negeri. Pernyataan itu disampaikannya saat menjelaskan target peningkatan kesejahteraan masyarakat.
"Tapi enggak ada masalah, saya dapat laporan sekarang sudah banyak petani yang libur ke luar negeri. Enggak apa-apa, libur boleh! Kapan lagi petani libur ke luar negeri?" pungkas Presiden dalam pemaparannya mengenai redistribusi kesejahteraan ekonomi rakyat.
Recommended By Editor
- Presiden Prabowo mengaku miliki DNA India saat bertemu PM Narendra Modi
- Menu favorit Presiden Prabowo di pesawat terungkap, bukan hanya bakso dan nasi bakar
- Presiden Prabowo soroti telur dadar MBG, ini cara bikin telur dadar tebal tanpa tepung pakai tempe
- Dicopot dari Kepala BGN, Dadan Hindayana sampaikan terima kasih kepada Prabowo
- Heboh sapi kurban Presiden pakai APBN, Istana klarifikasi program rutin bantuan sosial Pemerintah

