Brilio.net - Kemeriahan Jakarta International Convention Center (JICC) Senayan pada 4–6 September 2026 menandai perayaan ke-15 perhelatan IdeaFest. Mengangkat tema “Re:Humanize”, perhelatan ini hadir menjawab hasil evaluasi Populix pada penyelenggaraan tahun 2025 yang menunjukkan perlunya pembahasan mendalam mengenai sinergi manusia dan kecerdasan buatan. Panggung utama pun dipenuhi diskusi hangat dari 500 lebih pembicara dalam 160 lebih sesi IdeaTalks.
Sosok-sosok seperti Tom Lembong, Najwa Shihab, Tony Fernandes, Boon Ken Wong, Pandji Pragiwaksono, Kamila Andini, Dian Sastrowardoyo, Jovial da Lopez, Sherina Munaf, Veronica Utami, Agnes Rahajeng, Herald van der Linde, Vikram Sinha, hingga Kavindra Airlangga turut membagikan pandangan.
Keragaman latar belakang para pembicara membawa sudut pandang segar tentang budaya, hiburan, dan arah bisnis masa depan. Sepanjang 15 tahun perjalanannya, festival ini terbukti telah merangkul lebih dari 200.000 pengunjung, 2.500 pembicara, serta 1.000 sesi.
Bagaimana AI bisa menjadi Enabler
foto: Ideafest 2026
Perkembangan kecerdasan buatan memang makin dekat dengan rutinitas harian. Riset PwC mencatat ada 69% pekerja di Indonesia yang memakai AI untuk pekerjaan sepanjang tahun terakhir, bahkan 16% di antaranya menggunakannya setiap hari. Di sisi lain, potensi pasar digital sangat masif dengan 185 juta pengguna internet dan 139 juta pengguna media sosial.
Kementerian Ekonomi Kreatif pun mencatat kontribusi ekonomi kreatif nasional telah menembus angka lebih dari Rp1.500 triliun terhadap PDB serta menyerap lebih dari 26,5 juta tenaga kerja. Pemerintah melihat kehadiran AI sebagai pemantik inovasi pada sektor desain, animasi, gim, aplikasi, hingga digital marketing.
Melalui pandangan Firdza Radiany selaku Content Lead & BrainTrust IdeaFest, proses kurasi acara berakar dari pertanyaan besar tentang cara menjaga manusia tetap menjadi pusat di tengah laju teknologi. Co-Chair IdeaFest, Ben Soebiakto, turut menekankan bahwa teknologi seharusnya memperluas potensi manusia tanpa menghilangkan empati, kreativitas, dan makna.
Dukungan terhadap pemanfaatan teknologi berpusat pada manusia juga datang dari Indosat Ooredoo Hutchison lewat filosofi “Heartware Inside Hardware”. SVP-Head of Corporate Communications Indosat Ooredoo Hutchison, Ovidia Nomia, menyampaikan bahwa AI membantu proses kerja menjadi lebih cepat dan cerdas, namun penentu arah serta dampak akhir tetap berada di tangan manusia.
Dari sudut pandang industri kreatif, CEO dan Co-Founder Smartick Indonesia, Galih Sulistyaningra, menilai bahwa AI berperan mempercepat proses eksplorasi ide. Meski begitu, intuisi, emosi, pengalaman, serta pemahaman konteks manusialah yang memberikan nilai dan identitas pada sebuah karya.
Kolaborasi Ideafest
foto: Ideafest 2026
Antusiasme pengunjung tidak berhenti pada panggung percakapan saja. Beragam instalasi dan ruang interaktif turut dihadirkan untuk memberikan pengalaman langsung. Kemitraan bersama JKTGo melahirkan IdeaFest Picks, sebuah pasar kreatif yang mempertemukan pengunjung dengan brand lokal serta pelaku UMKM. Festival Director IdeaFest, Olivia Febrina, menyebutkan bahwa gagasan baru sering kali muncul dari interaksi langsung yang tidak terencana.
Sisi komunitas juga mendapat ruang hangat lewat kolaborasi bersama Collect Con. Representative Partner Collect Con, Patricia Davina, menggarisbawahi bahwa kemajuan teknologi tidak mengurangi arti penting hubungan antarsesama.
Komunitas justru menjadi wadah berharga untuk berjejaring dan membuka peluang baru. Sementara itu, keterlibatan ESCAPE dalam IdeaFest X menyajikan ruang partisipatif. Representative ESCAPE, Verren Ornela, menjelaskan bahwa instalasi interaktif yang disiapkan mengajak pengunjung untuk merasakan ide secara langsung, bukan cuma menjadi penonton.
Recommended By Editor
- Kolaborasi UAJY dan AMSI angkat isu biodiversitas di Indonesia, bakal libatkan 100 jurnalis
- Peringati Hari Anak, Sakatonik ABC ajak 20 ribu anak TK dan SD ikuti Gerakan Makan Tanpa Drama
- Penutup manis BRI JF3 Fashion Festival 2026, LAKON Indonesia & Hahm Eun-jung hadirkan Koleksi "HARSA"
- Cetaphil Derm On Tour ajak warga Jakarta lebih peduli kulit sensitif, bisa langsung konsul ke ahlinya
- Lebih dari 50 desainer dan brand Asia sampai Eropa ramaikan JF3 Fashion Festival 2026, penuh inspirasi



