Brilio.net - Pongki Barata mengungkap cerita di balik keputusan dirinya bersama sang istri, Sophie Navita untuk pindah dan menetap di Bali. Kisah tersebut disampaikan Pongki saat berbincang dengan Anang Hermansyah dalam sebuah podcast yang cuplikannya diunggah melalui akun TikTok @ananghijau18.

Dalam perbincangan tersebut, Pongki menceritakan kondisi kesehatan Sophie sebelum keluarga memutuskan tinggal di Bali. Sophie disebut sempat mengalami masalah pada paru-parunya hingga ditemukan bercak putih pada kedua sisi paru.

Menurut Pongki, kondisi tersebut menjadi salah satu alasan Sophie kemudian pergi ke Bali seorang diri. Setelah berada di Bali selama sekitar satu minggu, Sophie kembali menjalani pemeriksaan dan disebut mengalami perubahan pada hasil rontgen.

Sophie Navita Sempat Sakit Paru

Pongki Barata pindah Bali © 2026

Pongki Barata pindah Bali
© 2026/TikTok/@ananghijau18

Pongki mengatakan masalah kesehatan yang dialami Sophie bermula dari temuan bercak putih pada paru-parunya. Saat itu, dokter masih mencari penyebab kondisi tersebut.

Sophie disebut selama ini menjalani pola hidup sehat sehingga kondisi tersebut membuat penyebab penyakitnya perlu ditelusuri lebih lanjut.

"Kenapa harus ke Bali?” tanya Anang pada Pongki

“Sofie sakit, sehingga... sakitnya itu di paru-parunya ada flek. Dua, kanan kiri ada flek putih-putih gitu. Singkat cerita, dicarilah penyebab kenapa sakit, karena Sofie kan dikenal hidup sehat. Kenapa bisa sampai ada... dicurigai TB,” jelas Pongki sebagai suami.

Pongki Barata pindah Bali © 2026

Pongki Barata pindah Bali
© 2026/TikTok/@ananghijau18

Dalam kesempatan tersebut, Pongki juga menceritakan hubungan Sophie dengan sang ayah yang saat itu sedang mengalami stroke.

Menurut cerita Pongki, Sophie kemudian berdamai dengan ayahnya. Dalam kondisi tersebut, sang ayah yang disebut mengalami kesulitan berbicara justru sempat menyampaikan pesan kepada Sophie.

Pongki Barata pindah Bali © 2026

Pongki Barata pindah Bali
© 2026/TikTok/@ananghijau18

Ayah Sophie Minta Pergi ke Bali

Pongki menyebut pesan dari ayah Sophie menjadi salah satu hal yang kemudian mendorong istrinya pergi ke Bali.

Sang ayah disebut meminta Sophie pergi ke Bali untuk berjalan-jalan dan menikmati hidup. Sophie kemudian menganggap pesan tersebut sebagai sesuatu yang perlu dilakukan setelah hubungannya dengan sang ayah membaik.

"Dan salah satu terapinya adalah ketika akhirnya dia berdamai dengan bapaknya, bapaknya bilang, dalam kondisi stroke, tidak bisa ngomong, tapi pada saat itu bisa ngomong. Ini kayak... kayak keajaiban Mas, aku lihat sendiri. Dan kalimatnya adalah, 'Nak,' kurang lebih gini, 'Nak, kamu sakit ya? Sana kamu ke Bali aja, jalan-jalan nikmati hidupmu,' gitu. Karena dia sudah berdamai dengan bapaknya, dia menganggap ini kayak perintah. 'Oke, oke, saya ke Bali.’,” papar Pongki.

Sophie kemudian pergi ke Bali seorang diri. Pongki menyebut perjalanan tersebut berlangsung sekitar satu minggu.

Selama berada di Bali, Sophie menjalani aktivitas sehari-hari tanpa agenda khusus. Ia berkeliling menggunakan sepeda motor, pergi ke pantai, menikmati kelapa muda, hingga berhenti untuk minum kopi.

"Pergilah dia ke Bali. Jadi Sofie ke sana sendiri selama kurang lebih 1 minggu, hidup seperti orang Bali aja. Naik motor, ke pantai, minum kelapa muda, berhenti, ngopi, gitu aja,” cerita Pongki.

Hasil Rontgen Sophie Berubah Setelah Pulang dari Bali

Setelah sekitar satu minggu berada di Bali, Sophie kembali dan menjalani pemeriksaan menggunakan rontgen.

Pongki mengatakan hasil pemeriksaan tersebut menunjukkan bercak putih pada paru Sophie sudah berkurang. Menurut cerita yang disampaikannya, salah satu bagian yang sebelumnya terlihat mengalami bercak sudah tidak tampak lagi, sementara bagian lainnya masih menyisakan sedikit bercak.

"Pulang dari situ, kita periksa lagi, rontgen ke dokter. Dijembreng gini, 'Loh, Bu Sofie ngapain aja? Kok hilang separuh?' Yang sini masih ada sedikit, yang ini hilang. 'Gak ngapa-ngapain, Prof.' 'Oh ya sudah, apapun yang Bu Sofie lakukan, lakukan terus aja,' gitu,” lanjut Pongki.

Pengalaman tersebut kemudian menjadi salah satu pertimbangan Pongki dan Sophie dalam melihat Bali sebagai tempat yang sesuai bagi keluarga mereka.

Pongki mengatakan kondisi Sophie saat itu membuat Bali terasa seperti tempat yang dapat membantu Sophie menjalani kehidupan setelah mengalami masalah kesehatan.

"Bali ini kayaknya nih, tempat supaya Sofie istriku nih tetap hidup. Kalau enggak bisa mati, bahaya. Karena TB, kan?" katanya.

Pongki dan Sophie Akhirnya Menetap di Bali

Dilansir dari kabar yang dimuat Instagram KapanLagi pada 2024 lalu, Pongki dan istri akhirnya pindah ke Bali pada 2016. Semula terasa berat meninggalkan Jakarta. Akan tetapi demi kesehatan sang istri, Sophie Navita, keluarga Pongki menjalani kehidupan di Bali jauh lebih mudah. Rencana awal yang hanya sekadar liburan, ternyata malah membuat mereka memiliki KTP Bali.