Keset dapur sudah dijemur tapi bagian bawah masih basah, ternyata ini penyebabnya
Diperbarui 14 Agt 2026, 18:18 WIB
Diterbitkan 14 Agt 2026, 18:10 WIB
- Kenapa bagian bawah keset dapur lebih lama kering?
- Cek bagian bawah keset sebelum dipakai kembali
- Bedakan keset masih lembap atau masalahnya ada pada kotoran
- Langkah menjemur keset agar bagian bawah tidak tertinggal lembap
- Kalau keset punya lapisan karet, perhatikan bahannya
- Kesalahan menjemur yang bikin bagian bawah keset tetap lembap
- Kapan keset dapur sebaiknya diganti?
- FAQ
Brilio.net - Keset dapur sudah dijemur sampai permukaan atasnya terasa kering, tetapi ketika dibalik bagian bawah masih terasa lembap. Kondisi seperti ini bisa terjadi, terutama jika satu sisi keset terus menempel pada permukaan saat dijemur atau bahan keset cukup tebal.
Pengeringan keset tidak hanya bergantung pada panas matahari. Aliran udara, ketebalan, struktur bahan, dan seberapa terbuka kedua sisi keset ikut memengaruhi seberapa cepat kelembapan keluar. Jadi, sebelum menganggap keset sudah kering, bagian bawahnya juga perlu diperiksa.
Kenapa bagian bawah keset dapur lebih lama kering?
Bagian bawah keset bisa lebih lama kering karena tidak mendapatkan aliran udara sebanyak permukaan yang terbuka. Kondisinya makin mungkin terjadi jika keset dibentangkan di permukaan datar sehingga satu sisinya terus menempel.
Air yang berada di dalam serat atau struktur keset juga perlu berpindah ke permukaan sebelum menguap. Karena itu, permukaan yang sudah terasa kering belum tentu menandakan seluruh bagian keset sudah bebas dari kelembapan.
Ada beberapa hal yang bisa membuat proses pengeringan bagian bawah berlangsung lebih lambat.
- Bagian bawah tidak terbuka langsung ke udara
Ketika keset dijemur dengan satu sisi menempel pada permukaan, udara lebih sulit mencapai bagian tersebut. Padahal, pergerakan udara membantu membawa uap air menjauh dari permukaan material.
Kondisi ini mirip dengan kain yang dilipat. Bagian luar bisa lebih cepat kering, sedangkan bagian yang saling menempel membutuhkan waktu lebih lama.
- Material keset bisa menyimpan air di bagian dalam
Keset berbahan kain atau serat memiliki ruang di antara materialnya yang dapat menahan air. Air yang masih berada di bagian dalam perlu bergerak menuju permukaan sebelum akhirnya menguap.
Itulah sebabnya bagian atas yang sudah kering belum tentu berarti seluruh keset memiliki kondisi yang sama.
- Keset memiliki lapisan yang berbeda
Beberapa keset dapur mempunyai struktur berlapis, misalnya permukaan kain dengan bantalan atau lapisan antiselip di bagian bawah. Struktur seperti ini bisa membuat proses pelepasan kelembapan berbeda pada setiap bagiannya.
Keset dengan lapisan tambahan juga tidak selalu bisa diperlakukan sama seperti keset yang seluruhnya terbuat dari kain. Jika tersedia, petunjuk perawatan dari produsen sebaiknya tetap menjadi acuan.
- Keset terlalu dekat dengan permukaan saat dijemur
Keset yang dibentangkan di permukaan datar akan membuat salah satu sisinya lebih tertutup. Hal ini bisa membuat bagian bawah mendapatkan lebih sedikit aliran udara.
Jika memungkinkan, keset sebaiknya ditempatkan pada posisi yang membuat udara bisa mencapai kedua sisinya.
- Panas matahari saja belum tentu membuat keset cepat kering
Menjemur keset di tempat panas memang bisa membantu proses pengeringan, tetapi panas bukan satu-satunya faktor yang perlu diperhatikan. Air dari keset juga perlu menguap dan uap air tersebut perlu terbawa menjauh dari permukaan.
Karena itu, keset yang mendapat panas tetapi bagian bawahnya minim sirkulasi udara belum tentu kering secara merata.
Kondisi udara sekitar juga ikut berpengaruh. Jadi, lama menjemur tidak bisa dijadikan patokan tunggal bahwa seluruh bagian keset sudah benar-benar kering.
Cek bagian bawah keset sebelum dipakai kembali
Daripada hanya melihat permukaan atas, coba periksa keset dari kedua sisi setelah dijemur.
1. Angkat keset dari tempat jemuran.
2. Balik keset dan periksa permukaan bawah.
3. Raba bagian tengah, sudut, dan area yang terasa lebih tebal.
4. Perhatikan apakah ada bagian yang terasa lembap dibandingkan bagian lainnya.
5. Jika masih lembap, lanjutkan pengeringan dengan posisi yang memungkinkan kedua sisi mendapatkan udara.
Bagian yang terasa lebih dingin bisa menjadi salah satu petunjuk untuk diperiksa, tetapi jangan menjadikannya satu-satunya tanda bahwa keset masih basah. Perhatikan juga apakah bagian tersebut terasa lembap dan berbeda dari bagian lain.
Bedakan keset masih lembap atau masalahnya ada pada kotoran
Keset yang berbau setelah dijemur tidak selalu berarti masih basah. Jika kedua sisi sudah kering tetapi bau tetap ada, sisa kotoran yang belum terangkat saat dicuci juga perlu diperhatikan.
Tabel tersebut bukan diagnosis pasti. Tujuannya membantu melihat apakah keset perlu diperiksa dari sisi pengeringan, kebersihan, atau bahan yang digunakan.
Langkah menjemur keset agar bagian bawah tidak tertinggal lembap
1. Jangan hanya mengandalkan satu sisi
Atur posisi keset agar kedua permukaannya mendapatkan kesempatan terkena udara. Hindari membuat satu sisi terus menempel pada permukaan selama proses pengeringan.
2. Angkat keset dari permukaan datar
Jika memungkinkan, gunakan tempat jemur yang membuat udara dapat melewati bagian bawah keset. Dengan begitu, bagian bawah tidak tertutup rapat oleh permukaan lain.
3. Balik keset saat diperlukan
Jika bagian atas sudah lebih cepat kering, balik keset agar sisi bawah mendapatkan sirkulasi udara yang lebih baik.
4. Buka bagian yang terlipat
Jangan biarkan keset tertekuk atau menggumpal ketika dijemur. Bagian yang saling menempel bisa membutuhkan waktu lebih lama untuk kering.
5. Beri ruang dari benda lain
Jangan menumpuk keset bersama kain atau benda basah lainnya. Beri ruang agar udara bisa bergerak di sekitar keset.
6. Periksa bagian bawah sebelum dikembalikan ke lantai
Pastikan bukan hanya permukaan atas yang kering. Bagian bawah, sudut, dan area yang lebih tebal juga perlu diperiksa terlebih dahulu.
Kalau keset punya lapisan karet, perhatikan bahannya
Keset dengan lapisan antiselip di bagian bawah memiliki karakter yang berbeda dari keset yang seluruhnya berbahan kain. Permukaan yang menyerap air dan lapisan yang tidak menyerap air dapat mengalami proses pengeringan yang berbeda.
Karena itu, jangan langsung menyamakan cara perawatan keset berlapis dengan keset kain biasa. Jika ada label atau petunjuk perawatan, ikuti keterangan tersebut agar bahan tidak rusak.
Struktur berlapis juga bukan berarti keset pasti akan lebih mudah berbau atau berjamur. Yang perlu diperhatikan adalah apakah seluruh bagian keset sudah kering dan apakah bahan tersebut dirawat sesuai petunjuknya.
Kesalahan menjemur yang bikin bagian bawah keset tetap lembap
Beberapa kebiasaan berikut bisa membuat pengeringan keset kurang merata:
- Menjemur keset dalam keadaan terlipat.
- Membiarkan satu sisi terus menempel pada permukaan.
- Tidak membalik keset ketika bagian atas lebih cepat kering.
- Menumpuk keset dengan kain lain.
- Mengembalikan keset ke lantai saat bagian bawah masih lembap.
- Tidak memperhatikan perbedaan bahan antara permukaan atas dan bawah.
Kapan keset dapur sebaiknya diganti?
Tidak ada patokan waktu yang sama untuk semua keset dapur. Kondisi bahan dan kemampuan keset menjalankan fungsinya lebih layak dijadikan pertimbangan.
Keset bisa dipertimbangkan untuk diganti jika tetap berbau setelah dicuci dan dikeringkan dengan baik. Material yang mulai rusak atau mudah rontok, lapisan bawah yang terkelupas, daya serap yang menurun, serta perubahan bentuk atau tekstur yang mengganggu penggunaan juga bisa menjadi pertimbangan.
Untuk keset yang memiliki lapisan khusus, petunjuk perawatan dari produsen sebaiknya ikut diperhatikan. Dengan begitu, keset tidak hanya dinilai dari berapa lama sudah digunakan, tetapi juga dari kondisi dan fungsinya.
FAQ
Apakah keset yang terasa dingin berarti masih basah?
Belum tentu. Rasa dingin bisa menjadi salah satu petunjuk untuk memeriksa lebih lanjut, terutama jika bagian tersebut juga terasa lembap dibandingkan bagian lainnya.
Apakah keset dapur harus selalu dijemur di bawah sinar matahari langsung?
Tidak selalu. Selain panas, aliran udara juga berperan dalam proses pengeringan. Yang penting, kedua sisi keset mendapatkan kondisi yang memungkinkan kelembapan keluar.
Kenapa keset yang sudah kering masih bisa berbau?
Salah satu kemungkinan adalah masih adanya kotoran atau residu yang tertinggal setelah pencucian. Jadi, bau yang bertahan tidak selalu menunjukkan keset masih lembap.
Apakah semua keset dapur bisa dicuci dengan cara yang sama?
Tidak. Bahan, lapisan antiselip, dan struktur keset bisa berbeda. Untuk keset dengan bahan atau lapisan khusus, periksa petunjuk perawatan yang diberikan produsennya.
Apakah keset yang sering basah harus langsung dibuang?
Tidak harus. Selama keset masih bisa dibersihkan, dikeringkan dengan baik, dan kondisinya masih layak digunakan, tidak ada alasan untuk langsung menggantinya hanya karena sering terkena air.
(brl/tin)
RECOMMENDED ARTICLES
- Handuk tangan dapur cepat bau meski sering dicuci, ternyata bagian ini perlu diperhatikan
- Kenapa kain lap dapur tetap bau apek meski sudah dijemur seharian? Ini yang mungkin terjadi
- Api kompor gas tak lagi biru, berubah oranye atau merah? Cek penyebab dan cara mengatasinya
- Sendok makan tak lagi mengilap setelah sering dipakai, begini cara ketahui penyebab dan membersihkan
- Cangkir kopi putih berubah kecokelatan dan sulit dibersihkan, kenapa noda cepat menempel?
FOODPEDIA
Video
Selengkapnya-
Jalan Makan Shiki, resto sukiyaki bergaya kansai daging disajikan dengan permen kapas
-
Jalan Makan Kari Lam, jualan sejak 1973 membawa rasa nostalgia
-
Jalan Makan Sroto Eling-Eling, gurihnya kuah dan melimpahnya daging kuliner Banyumas
Resep
Selengkapnya-
Cara membuat kuah bakso untuk jualan 35 liter, ini takaran bawang putih, kemiri hingga daun jeruk
14 / 08 / 2026 11:00 WIB -
Cara membuat penyetan udang sambal terasi yang rasanya otentik seperti di PKL, lidah pun setuju
13 / 08 / 2026 20:00 WIB -
Cara membuat banana bread yang viral pakai rice cooker, ini triknya biar lembut dan nggak seret
14 / 08 / 2026 18:00 WIB