Si kecil sering nolak MPASI karena rasa hambar? Ssst, ini bisa jadi solusinya tanpa ribet
Diperbarui 10 Sep 2026, 16:46 WIB
Diterbitkan 9 Sep 2026, 12:11 WIB
Brilio.net - Masa pemberian makanan pendamping ASI merupakan fase penting dalam tumbuh kembang bayi. Asupan nutrisi yang masuk selama periode MPASI menentukan kualitas pertumbuhan fisik serta perkembangan otak si Kecil secara optimal.
Namun, perjalanan menyajikan makanan bernutrisi sering kali menemui tantangan ketika makanan terasa hambar dan bayi mulai menolak makan. Menjaga kualitas rasa agar senantiasa menggugah selera tanpa mengabaikan kelengkapan gizi menjadi kunci utama agar setiap suapan memberikan manfaat maksimal.
Apakah MSG Boleh untuk MPASI?
Pemberian MSG pada menu MPASI pada dasarnya diperbolehkan oleh para ahli, namun ada waktu yang tepat untuk memulainya. Mengingat organ ginjal bayi di bawah usia 12 bulan masih dalam tahap perkembangan, pengenalan rasa alami dari bahan makanan harus selalu diutamakan.
Penambahan MSG sebaiknya ditunda hingga bayi berusia di atas 12 bulan, atau hanya digunakan dalam jumlah sangat kecil dan sesekali saat bayi mengalami kendala susah makan yang amat parah. Saat memberikan penyedap rasa ini, hal penting yang perlu diperhatikan adalah mengamati respons serta tingkat sensitivitas tubuh si Kecil. Selain itu, porsi yang digunakan harus sangat terbatas agar rasa alami masakan tetap mendominasi.
Apa Itu MSG dan Mengapa Digunakan dalam MPASI?
Monosodium Glutamat merupakan garam natrium dari asam glutamat, yaitu jenis asam amino non-esensial yang berperan memberi rasa gurih alami atau umami. Glutamat sendiri sebenarnya sudah tidak asing bagi bayi karena terkandung melimpah secara alami di dalam ASI. Proses pembuatan MSG diproduksi secara higienis melalui fermentasi bahan alami seperti tetes tebu, mirip dengan proses pembuatan kecap atau yoghurt.
Foto: Shutterstock.com
Perbedaan mendasar antara MSG dan garam dapur biasa terletak pada kandungan natriumnya. MSG mengandung natrium yang jauh lebih sedikit, yaitu hanya sekitar 12 persen, sedangkan garam dapur biasa mencapai sekitar 39 persen. Dengan kadar natrium yang hanya sepertiga dari garam biasa, MSG menjadi alternatif efektif untuk melezatkan masakan MPASI secara efisien.
Manfaat MSG untuk MPASI
Penggunaan MSG pada MPASI membawa sejumlah manfaat praktis yang dapat mempermudah proses makan si Kecil. Terlebih, MSG adalah rasa gurih yang terbukti mampu merangsang produksi air liur serta cairan pencernaan di dalam lambung, sehingga membantu penyerapan nutrisi makanan secara lebih optimal.
Kehadiran rasa umami ini sangat ampuh mengatasi masalah saat bayi malas makan akibat sajian yang hambar, sekaligus membuat variasi rasa MPASI menjadi lebih beragam dan menarik. Selain itu, MSG membantu mengurangi penggunaan garam dapur dalam masakan. Strategi ini sangat baik untuk mendukung pola makan rendah garam tanpa harus mengorbankan cita rasa masakan yang disukai anak.
Cara Menggunakan MSG untuk MPASI
Mengolah MPASI dengan MSG membutuhkan langkah dan aturan yang tepat agar manfaatnya terasa maksimal. MSG harus digunakan dalam takaran yang sangat sedikit dan sesuai kebutuhan, hanya sebagai penambah rasa dan bukan cita rasa utama. Cara terbaik adalah menambahkan MSG setelah bahan makanan selesai dimasak atau matang.
Penggunaan bahan makanan utuh yang bergizi tinggi serta kaldu dan rempah alami harus selalu diprioritaskan. Selalu perhatikan total asupan natrium harian dari seluruh sajian MPASI agar berada dalam batas aman bagi tumbuh kembang si Kecil.
Foto: Shutterstock.com
Nantinya, setelah lulus MPASI si kecil bisa langsung menikmati real food yang biasa jadi favorit keluarga. Si kecil akan cepat terbiasa dengan rasa lezat masakan rumahan. Misalnya, ibu bisa mencoba resep cah kangkung yang bergizi nan gurih. Selain itu, ada pula resep tempe mendoan yang rendah minyak tapi rasanya tetap nagih.
Caranya? Tambahan sedikit MSG justru efektif menonjolkan cita rasa alami bahan makanan, sehingga penggunaan garam dapur bisa dikurangi tanpa membuat rasa masakan jadi hambar. Trik sederhana ini bikin santap bersama keluarga tetap terasa nikmat sekaligus menjaga asupan natrium harian tetap aman bagi kesehatan.
(brl/lak)
RECOMMENDED ARTICLES
- Tanda-tanda tubuhmu sudah teriak karena kebanyakan natrium, ini bahaya mengonsumsi garam berlebihan
- Strategi anak picky eater bisa makan sendiri tanpa disuruh-suruh, ternyata segampang ini
- Lebih dari sekadar penyedap, ini manfaat konsumsi MSG bagi ibu hamil yang nafsu makannya lemah
- Resep Bakso otentik ala restoran legendaris, begini trik kuahnya sedap & gurih tanpa banyak garam
- Resep bakso gepeng yang kenyal dengan kaldu gurih di rumah, ternyata gampang banget
FOODPEDIA
Video
Selengkapnya-
Jalan Makan Shiki, resto sukiyaki bergaya kansai daging disajikan dengan permen kapas
-
Jalan Makan Kari Lam, jualan sejak 1973 membawa rasa nostalgia
-
Jalan Makan Sroto Eling-Eling, gurihnya kuah dan melimpahnya daging kuliner Banyumas
Resep
Selengkapnya-
5 Resep tumisan dari bahan seadanya di kulkas, sederhana tapi rasanya tetap nampol di lidah
10 / 09 / 2026 19:00 WIB