Jahe bertunas masih aman? Kenali kapan masih layak dipakai dan kapan harus dibuang
Diperbarui 7 Jul 2026, 12:45 WIB
Diterbitkan 7 Jul 2026, 12:00 WIB
- Kenapa jahe bisa bertunas?
- Apakah jahe bertunas masih aman dikonsumsi?
- Ciri jahe bertunas yang masih layak digunakan
- Kapan jahe bertunas sebaiknya dibuang?
- Apakah tunas jahe perlu dibuang?
- Apakah rasa jahe bertunas berubah?
- Cara menyimpan jahe agar tidak cepat bertunas
- Bolehkah jahe disimpan di kulkas?
- Kesalahan yang membuat jahe cepat bertunas
- Berapa lama jahe bisa disimpan?
- Tips memilih jahe yang tahan lama
- Hack Menyimpan Jahe Utuh di Suhu Ruang
- Hack Menyimpan Jahe Kupas di Kulkas
- Pertanyaan Umum (FAQ)
Brilio.net - Jahe sering banget kita beli dalam jumlah banyak sekaligus untuk stok di rumah karena rimpang ini terkenal cukup awet. Rasanya yang hangat dan pedas alami bikin kita selalu mengandalkannya untuk campuran masakan, bumbu marinasi, hingga bahan wedang hangat saat cuaca dingin. Namun, saat menyimpannya selama beberapa minggu, kita sering kali mendapati tunas kecil berwarna hijau atau putih mulai menyembul dari permukaan kulit jahe.
Kemunculan tunas ini tidak jarang membuat kita ragu dan bingung apakah jahe tersebut masih aman untuk diolah atau justru sudah mengandung racun yang berbahaya bagi tubuh. Ternyata, aman atau tidaknya jahe yang sudah bertunas sangat bergantung pada kondisi fisik rimpang itu sendiri, bukan hanya dari ada atau tidaknya tunas. Kita bisa mengenali kelayakan jahe bertunas melalui tekstur, aroma, serta cara penyimpanan yang benar agar tidak salah langkah.
Kenapa jahe bisa bertunas?
Tumbuhnya tunas pada jahe sebenarnya merupakan proses biologis yang sangat alami setelah rimpang melewati masa dormansi atau masa istirahatnya. Fenomena pertumbuhan ini biasanya dipicu oleh kondisi lingkungan sekitar tempat penyimpanan yang bersuhu hangat dan memiliki tingkat kelembapan tinggi. Jika kita menyimpan jahe terlalu lama di sudut dapur yang lembap atau meletakkannya begitu saja di dalam kantong yang pengap, hormon pertumbuhan pada jahe akan aktif secara otomatis. Jadi, munculnya pucuk hijau ini murni tanda bahwa jahe tersebut sedang berusaha tumbuh menjadi tanaman baru dan bukan berarti daging di dalamnya langsung membusuk.
Apakah jahe bertunas masih aman dikonsumsi?
Kabar baiknya, jahe yang bertunas secara umum masih sangat aman untuk kita konsumsi dan tidak mengandung senyawa racun berbahaya. Tolok ukur keamanannya bisa kita lihat dari fisiknya; jika tekstur rimpang masih terasa keras saat ditekan, tidak ditumbuhi jamur, tidak berlendir, serta tidak mengeluarkan bau busuk, maka jahe tersebut masih layak masuk ke dalam wajan masakan.
Jika kamu merasa risih dengan keberadaan tunas hijau tersebut, bagian tunasnya tinggal dipotong saja menggunakan pisau sebelum jahe dikupas. Perlu kita ingat juga bahwa rasa pedas pada jahe bertunas mungkin akan sedikit berkurang karena sebagian cadangan nutrisi dan air di dalam rimpang sudah terpakai untuk menyokong pertumbuhan tunas baru.
Ciri jahe bertunas yang masih layak digunakan
Untuk memudahkan kita dalam memilah, berikut adalah tabel ciri-ciri jahe bertunas yang kualitasnya masih baik dan aman untuk digunakan:
Tabel 1: Indikator Jahe Bertunas yang Layak Konsumsi
| 🌱 Ciri | Masih Aman? | Penjelasan |
|---|---|---|
| Ada tunas kecil | ✅ Ya | Merupakan proses biologi yang alami dan tidak selalu menandakan jahe sudah rusak. |
| Kulit masih utuh | ✅ Ya | Permukaan luar tidak menunjukkan tanda pembusukan atau kerusakan. |
| Tekstur keras | ✅ Ya | Menandakan kandungan air dan serat di dalam rimpang masih baik. |
| Aroma masih tajam | ✅ Ya | Kandungan minyak atsiri masih cukup tinggi sehingga aroma khas jahe tetap kuat. |
| Tidak berlendir | ✅ Ya | Jaringan daging jahe belum mengalami kerusakan akibat pertumbuhan bakteri. |
Kapan jahe bertunas sebaiknya dibuang?
Kita harus segera membuang jahe bertunas jika mendapati tanda-tanda kerusakan parah pada fisiknya seperti kulit yang mulai dipenuhi kapang atau jamur, permukaan berlendir, serta tekstur yang berubah menjadi sangat lembek. Aroma yang berubah menjadi asam menyengat atau warna daging bagian dalam yang berubah menghitam juga menjadi sinyal kuat bahwa jahe sudah terkontaminasi bakteri pembusuk.
Tabel 2: Kondisi Jahe yang Harus Dibuang
| ⚠️ Kondisi Jahe | Tindakan |
|---|---|
| Berjamur | ❌ Buang |
| Berlendir | ❌ Buang |
| Lembek | ❌ Buang |
| Bau asam | ❌ Buang |
| Banyak bagian hitam | ❌ Buang |
Apakah tunas jahe perlu dibuang?
Memotong atau membuang tunas pada jahe sebenarnya tidak menjadi suatu kewajiban karena bagian pucuk muda tersebut tidak berbahaya. Tunas yang masih kecil dan berwarna putih kemerahan bahkan bisa ikut kita iris dan dimasukkan ke dalam tumisan. Namun, sebagian orang memang lebih memilih untuk membuangnya agar tampilan masakan tetap bersih dan rasa jahe yang didapatkan bisa lebih kuat terfokus dari bagian rimpang utamanya saja.
Apakah rasa jahe bertunas berubah?
Perubahan rasa pada jahe yang sudah bertunas memang bisa terjadi, terutama jika tunasnya sudah tumbuh cukup panjang. Sensasi rasa pedas khas jahe akan sedikit berkurang dan aromanya tidak akan setajam jahe segar yang baru dipanen. Walaupun intensitas rasanya menurun, jahe ini tetap bisa kita manfaatkan dengan baik dan akan jauh lebih cocok jika diolah menjadi minuman wedang tradisional atau masakan berkuah yang membutuhkan proses perebusan lama.
Cara menyimpan jahe agar tidak cepat bertunas
Kunci utama untuk menghentikan laju pertumbuhan tunas adalah dengan menaruh stok jahe di tempat yang sejuk, kering, serta memiliki sirkulasi udara yang lancar. Pastikan kita tidak meletakkan jahe di bawah paparan sinar matahari langsung atau menyimpannya di dalam kantong plastik yang tertutup rapat karena uap air akan terjebak di dalamnya. Penggunaan keranjang anyaman atau wadah berventilasi terbuka jauh lebih disarankan agar permukaan kulit jahe selalu terjaga kering.
Bolehkah jahe disimpan di kulkas?
Menyimpan jahe di dalam kulkas diperbolehkan, tetapi kita harus membedakan kondisinya berdasarkan bentuk jahe tersebut:
Jahe utuh
Jahe yang masih utuh dengan kulitnya sangat boleh disimpan di dalam kulkas, asalkan ditaruh di dalam laci khusus sayuran agar tidak terkena suhu dingin yang terlalu ekstrem.
Jahe yang sudah dipotong
Untuk jahe yang sudah telanjur dipotong atau dikupas bagian kulitnya, kita harus membungkusnya dengan rapat menggunakan tisu dapur lalu memasukkannya ke dalam wadah kedap udara sebelum masuk kulkas agar permukaannya tidak cepat mengering dan berjamur.
Kesalahan yang membuat jahe cepat bertunas
Sering kali tanpa disadari, kebiasaan kita di dapur justru menjadi penyebab utama mengapa jahe di rumah menjadi cepat rusak. Berikut beberapa kesalahan umum yang sebaiknya kita hindari:
Tabel 3: Kesalahan Penyimpanan Jahe dan Dampaknya
| ⚠️ Kesalahan Penyimpanan | Dampaknya |
|---|---|
| Disimpan di tempat lembap | Merangsang pertumbuhan akar dan membuat jahe lebih cepat bertunas. |
| Plastik tertutup rapat | Udara menjadi pengap sehingga kelembapan meningkat dan jahe lebih mudah berjamur. |
| Dekat kompor | Suhu hangat dari area memasak dapat mempercepat munculnya tunas. |
| Tidak dipilah | Jahe yang mulai busuk dapat mempercepat penyebaran jamur atau bakteri ke jahe lainnya. |
| Terlalu lama disimpan | Kandungan air dan senyawa aromatik berkurang sehingga rasa serta kualitas jahe menurun. |
Berapa lama jahe bisa disimpan?
Daya tahan simpan jahe sangat dipengaruhi oleh metode atau teknik penyimpanan yang kita pilih di rumah, seperti yang tertera pada tabel di bawah ini:
Tabel 4: Estimasi Daya Tahan Simpan Jahe
| 📦 Cara Simpan | ⏳ Estimasi Awet |
|---|---|
| Suhu ruang | 2–4 minggu |
| Kulkas | 1–2 bulan |
| Freezer | 3–6 bulan |
| Jahe bubuk | Hingga masa kedaluwarsa kemasan |
Tips memilih jahe yang tahan lama
Saat berbelanja di pasar atau swalayan, pilihlah rimpang jahe yang teksturnya terasa keras dan padat saat kita genggam. Pastikan kulit luarnya masih mulus, terlihat segar, tidak keriput, serta belum menunjukkan adanya tanda-tanda kemunculan tunas kecil. Jahe yang berkualitas bagus juga bisa kita kenali dari aroma pedasnya yang tercium tajam meskipun kulitnya belum kita kelupas.
Hack Menyimpan Jahe Utuh di Suhu Ruang
Menyimpan jahe utuh di suhu ruang membutuhkan sirkulasi udara yang baik agar kelembapan alami tidak terperangkap. Trik ini sangat berguna untuk menjaga jahe tetap kering dan menghambat pertumbuhan tunas baru tanpa perlu kulkas. Kita hanya perlu memanfaatkan wadah yang terbuka dan meletakkannya di sudut dapur yang tepat.
Bahan
- Jahe utuh yang kering dan mulus
- Keranjang anyaman atau wadah berlubang
- Kertas koran atau tisu dapur
Langkah
1. Bersihkan sisa tanah yang menempel pada jahe kering menggunakan tisu tanpa perlu mencucinya dengan air.
2. Alasi bagian bawah keranjang anyaman atau wadah berlubang dengan kertas koran untuk menyerap kelembapan udara.
3. Tata jahe di dalam wadah tanpa ditumpuk terlalu padat lalu letakkan di tempat yang sejuk, kering, dan terhindar dari matahari.
Hack Menyimpan Jahe Kupas di Kulkas
Jahe yang sudah telanjur dipotong atau dikupas membutuhkan perlindungan ekstra agar permukaannya tidak kering dan berjamur di dalam kulkas. Metode pembungkusan rapat ini efektif menahan penguapan sekaligus menjaga tekstur jahe tetap keras selama berminggu-minggu. Kamu bisa menggunakan stoples kaca kecil atau plastik klip kedap udara untuk mempraktikkannya.
Bahan
- Sisa potongan jahe yang sudah dikupas
- Tisu dapur kering
- Stoples kaca kecil atau wadah kedap udara
Langkah
1. Bungkus setiap potongan jahe yang sudah dikupas menggunakan tisu dapur kering hingga seluruh permukaannya tertutup rapat.
2. Masukkan jahe yang telah dibungkus tisu tersebut ke dalam stoples kaca atau wadah kedap udara, lalu tutup sampai rapat.
3. Simpan wadah di dalam laci sayur kulkas (chiller) dan ganti tisu pembungkus secara berkala jika mulai terasa lembap.
Pertanyaan Umum (FAQ)
1. Apakah tunas jahe yang sudah tumbuh tinggi bisa ditanam kembali menjadi tanaman jahe baru?
Bisa banget, kamu tinggal memotong rimpang jahe yang sudah memiliki mata tunas tersebut menggunakan pisau yang bersih. Setelah dipotong, biarkan bekas irisannya mengering selama satu hari sebelum kamu menanamnya ke dalam media tanah yang gembur dan subur.
2. Kenapa kentang atau bawang yang bertunas sering kali beracun, sedangkan tunas jahe aman?
Kentang yang bertunas memproduksi senyawa racun alami bernama solanin yang berbahaya bagi tubuh, sementara bawang merah mengalami konsentrasi zat yang bikin rasanya pahit. Sebaliknya, jahe tidak memproduksi senyawa racun apa pun saat bertunas karena siklus hidup rimpang temulawak dan jahe-jahean memang aman bagi manusia.
3. Bolehkah jahe yang sudah keriput tetapi belum bertunas direbus untuk wedang?
Jahe yang keriput menandakan kadar air di dalam rimpangnya sudah banyak berkurang akibat penguapan selama disimpan. Selama daging dalamnya tidak busuk atau berjamur, jahe keriput ini masih aman kita gunakan untuk bahan wedang, meskipun kamu perlu menggepreknya lebih kuat agar sarinya keluar.
4. Bagaimana cara menyelamatkan jahe yang bagian ujungnya mulai lembek sedikit?
Kamu bisa langsung memotong dan membuang bagian yang lembek atau membusuk tersebut dengan pisau hingga tersisa bagian daging jahe yang benar-benar keras. Segera gunakan sisa jahe yang masih bagus tersebut untuk memasak hari itu juga dan jangan menyimpannya kembali karena bakteri bisa menyebar lagi.
5. Apakah jahe bertunas masih memiliki khasiat kesehatan yang sama kuatnya?
Khasiat utamanya untuk menghangatkan badan dan meredakan mual sebenarnya masih ada, tetapi efektivitas kandungan aktif seperti gingerol- dan shogaol- sedikit menurun. Hal ini terjadi karena sebagian senyawa fitokimia dan nutrisi pentingnya sudah dialihkan oleh rimpang untuk memberi energi pada pertumbuhan daun tunas.
(brl/tin)
RECOMMENDED ARTICLES
- Wadah terbaik menyimpan bawang merah: Jaring, keranjang, plastik, atau stoples?
- Cara menyimpan jahe agar tidak cepat keriput dan tetap segar hingga berminggu-minggu
- Wadah terbaik menyimpan cabai rawit, mana yang bikin segar lebih lama: Kaca, plastik, atau kertas?
- Trik menyimpan kaldu bubuk di dapur agar nggak gampang mengeras dan berjamur
- Cara menyimpan kemangi agar tidak hitam, trik sederhana biar dapur kamu bebas mubazir
FOODPEDIA
Video
Selengkapnya-
Jalan Makan Shiki, resto sukiyaki bergaya kansai daging disajikan dengan permen kapas
-
Jalan Makan Kari Lam, jualan sejak 1973 membawa rasa nostalgia
-
Jalan Makan Sroto Eling-Eling, gurihnya kuah dan melimpahnya daging kuliner Banyumas
Resep
Selengkapnya-
Cara membuat mie ayam Wonogiri yang kotanya dideklarasikan sebagai Ibu Kota Mi Ayam dan Bakso
07 / 07 / 2026 10:00 WIB -
Bosan bekal gitu-gitu aja? Cobain resep nasi cokot ala PKL tapi rasa tetap bintang lima
06 / 07 / 2026 19:00 WIB -
Resep tumis pare lezat anti pahit yang keluarga pasti suka, ternyata triknya segampang ini
03 / 07 / 2026 20:00 WIB