Benarkah masakan gurih dengan MSG bisa sebabkan kanker? Yuk bongkar sekarang!

Benarkah masakan gurih dengan MSG bisa sebabkan kanker? Yuk bongkar sekarang!
foto: Shutterstock.com

Brilio.net - Kanker memang jadi momok yang sangat menakutkan. Angka kematiannya saja mencapai hampir 10 juta setiap tahun menurut data World Health Organization (WHO). Menjaga pola makan rupanya menjadi salah satu cara paling ampuh untuk mengurangi risiko terkena penyakit mengerikan ini.

Ada banyak jenis hidangan yang ternyata bisa memicu kanker kalau porsinya kelewatan. Gorengan yang dimasak memakai suhu tinggi bisa memunculkan zat karsinogen bernama akrilamida yang merusak DNA. Daging merah dan daging olahan seperti sosis atau kornet juga lumayan bahaya karena proses pengolahannya bisa menciptakan senyawa karsinogen seperti HCA, N-nitroso, dan PAHs.

Benarkah masakan gurih dengan MSG bisa sebabkan kanker? Yuk bongkar sekarang!

Foto: Shutterstock.com

Makanan yang dimasak terlalu matang sampai makanan ultra proses semacam es krim dan minuman kaleng juga perlu sangat dibatasi. Di tengah ramainya obrolan soal asupan penyebab kanker ini, nama micin sering sekali terseret. Namun, bagaimana kah faktanya?

Apa itu MSG?

MSG sebenarnya adalah singkatan dari Monosodium Glutamat. Wujud aslinya adalah garam natrium dari asam glutamat. Asam glutamat ini masuk golongan asam amino non-esensial yang secara alami sudah bersarang nyaman di dalam tubuh manusia. Bahan makanan sehari-hari seperti tomat, keju, daging, bahkan ASI juga punya kandungan asam glutamat alami yang sangat melimpah.

Benarkah masakan gurih dengan MSG bisa sebabkan kanker? Yuk bongkar sekarang!

Foto: Shutterstock.com

Proses pembuatan penyedap rasa ini memakai metode fermentasi alami dari bahan tetes tebu yang sangat mirip dengan cara pembuatan kecap atau yoghurt. Fermentasi ini menghasilkan protein glutamat yang kemudian digabung dengan natrium. Proses ekstraksinya membuat wujud bahan ini berubah menjadi kristal putih tak berbau dengan struktur kimia yang lebih stabil dan gampang larut di dalam masakan.

Urusan keamanan produk ini juga sangat terjamin lewat sederet sertifikasi. Buktinya ada sertifikat Halal MUI, MD-BPOM dari Kementerian Kesehatan, FDA-USA, Kosher, sampai pengakuan aman dikonsumsi tanpa batasan dari Komunitas Eropa.

Kenapa MSG sering dikaitkan dengan kanker?

Ketakutan soal penyedap rasa sebagai pemicu kanker rupanya sudah berkembang pesat selama beberapa dekade terakhir. Rumor dan cerita miring yang terus beredar luas tentu saja memicu kekhawatiran besar di kalangan masyarakat awam. Gara-gara obrolan yang belum tentu benar ini, banyak orang akhirnya panik sendiri lalu menghindari penambahan MSG ke dalam makanan sehari-hari.

Menyingkirkan penyedap buatan dari piring makan seolah menjadi jalan pintas paling gampang saat mendengar bahaya zat kimia. Cerita-cerita tanpa sumber valid ini sukses membuat pamor penyedap rasa anjlok karena dianggap menyimpan reaksi negatif yang membahayakan tubuh.

Fakta ilmiah tentang MSG dan risiko kanker

Padahal kalau menengok data ilmiah, sejauh ini belum ada satu pun penelitian yang menyebutkan penyakit kanker berkaitan dengan MSG. Organisasi kesehatan kelas kakap seperti WHO dan FDA secara konsisten sudah menyatakan bahan tambahan pangan ini sepenuhnya aman dikonsumsi. Belum pernah ada pernyataan resmi dari dua lembaga besar tersebut yang menyebutkan bahwa bahan penyedap ini berbahaya atau bisa memicu timbulnya sel kanker.

Benarkah masakan gurih dengan MSG bisa sebabkan kanker? Yuk bongkar sekarang!

Foto: Shutterstock.com

Laporan dari Federation of American Societies for Experimental Biology (FASEB) memang menyebutkan ada beberapa gejala ringan yang mungkin muncul. Gejala seperti sakit kepala, mual, mati rasa, warna kulit kemerahan, kesemutan, detak jantung tidak teratur, dan kantuk bisa saja dialami. Tapi reaksi kompleks ini dilaporkan hanya terjadi pada individu yang mengonsumsi 3 gram atau lebih MSG sekaligus. Angka ini terbilang sangat tinggi untuk ukuran makan wajar. Porsi makanan pada umumnya rata-rata hanya mengandung kurang dari 0,5 gram tambahan penyedap rasa saja.

Cara bijak mengonsumsi MSG

Inti dari semuanya ternyata ada pada batas konsumsi MSG harian. Batas aman konsumsi penyedap rasa ini sudah ditetapkan persis seperti aturan pakai garam dapur atau gula. Selama tidak berlebihan dan sesuai takaran yang direkomendasikan untuk melezatkan makanan, bahan pangan ini dipastikan tidak akan menimbulkan efek buruk pada kesehatan maupun perkembangan janin bagi ibu hamil. Komunitas Eropa pun sepakat kalau bahan ini bisa dipakai secukupnya seperti halnya lada, garam, dan gula.

Benarkah masakan gurih dengan MSG bisa sebabkan kanker? Yuk bongkar sekarang!

Foto: Shutterstock.com

Satu hal penting yang tetap wajib dihitung matang adalah total asupan natrium harian. Walaupun kandungan natrium pada penyedap ini lebih rendah, batas maksimal asupan tubuh tetap berada di kisaran 2.000 mg natrium. Jumlah ini setara dengan satu sendok teh garam per hari untuk orang dewasa.

Sajian masakan harian semacam soto betawi bisa tetap lezat dengan sejumput MSG di dalamnya. Nggak hanya soto betawi, resep ayam kecap, tumis kangkung, dan lainnya juga makin menggoda lidah. Cita rasa gurih umami yang dihasilkan bakal membuat makanan makin nikmat disantap tanpa perlu memicu ketakutan berlebihan.

(brl/lak)

Video

Selengkapnya
  • Jalan Makan Shiki, resto sukiyaki bergaya kansai daging disajikan dengan permen kapas

    Jalan Makan Shiki, resto sukiyaki bergaya kansai daging disajikan dengan permen kapas

  • Jalan Makan Kari Lam, jualan sejak 1973 membawa rasa nostalgia

    Jalan Makan Kari Lam, jualan sejak 1973 membawa rasa nostalgia

  • Jalan Makan Sroto Eling-Eling, gurihnya kuah dan melimpahnya daging kuliner Banyumas

    Jalan Makan Sroto Eling-Eling, gurihnya kuah dan melimpahnya daging kuliner Banyumas