Brilio.net - Sebuah kisah yang menyentuh perhatian publik dibagikan dokter Yusuf Nugraha melalui akun Instagram @yusufnugraha81. Dalam unggahan yang dibagikan pada Rabu (5/8/2026), ia menceritakan pertemuannya dengan seorang ibu yang datang ke klinik membawa anaknya yang telah mengalami demam tinggi, muntah, dan diare selama tiga hari.
Sang ibu mengaku kartu BPJS yang dimilikinya sudah tidak aktif. Karena khawatir kondisi anaknya semakin memburuk, ia memohon agar buah hatinya tetap mendapatkan perawatan meski hanya mampu membawa hasil kebun berupa labu dan daun bawang sebagai pengganti biaya berobat.
Sang Ibu Memohon Anaknya Tetap Dirawat
ijab kabul biaya berobat
© 2026 /Instagram @yusufnugraha81
Dalam unggahannya, Yusuf Nugraha menuliskan percakapan yang terjadi saat ibu tersebut datang ke ruang pemeriksaan. Wajah sang ibu disebut tampak cemas dan sedih karena memikirkan kondisi anaknya.
"Seorang ibu datang dengan wajah yang cemas, khawatir dan terlihat sedih 'Dok anak saya sudah 3 hari demam tinggi, muntah-muntah, diare tidak masuk makan dan lemes, kebetulan saya check kartu bpjs tidak aktif apakah bisa kalau anak saya di rawat disini tapi bayar nya dengan labu & daun bawang’,” tulis sang dokter, dilansir brilio.net dari Instagram @yusufnugraha81, Kamis (6/8/2026).
Permintaan itu disampaikan karena sang ibu tidak memiliki biaya untuk membayar pengobatan setelah mengetahui kepesertaan BPJS miliknya tidak aktif.
Dokter Terima Hasil Kebun dan Utamakan Penanganan Pasien
ijab kabul biaya berobat
© 2026 /Instagram @yusufnugraha81
Menanggapi permintaan tersebut, Yusuf Nugraha memilih menerima hasil kebun yang dibawa sang ibu. Ia mengatakan labu dan daun bawang itu merupakan rezeki yang akan dibawa pulang untuk keluarganya.
Bagi Yusuf, hal yang paling penting saat itu adalah memastikan anak tersebut segera mendapatkan penanganan medis.
"👨⚕️ : Alhamdulilah buah labu & bawang rejeki bagi saya dan nanti akan saya bawa pulang ke rumah dimasak istri saya dan dimakan bersama anak-anak, haturnuhun bu, kita tangani dulu segera karena ananda butuh perawatan, bismillah semoga lekas pulih dan sehat kembali,” imbuh Yusuf.
Unggahan tersebut kemudian disertai tagar ijabkabulbiayaberobat.
Program "Ijab Kabul Biaya Berobat" Sudah Berjalan Sebelumnya
ijab kabul biaya berobat
© 2026 /Instagram @yusufnugraha81
Melalui unggahan lain yang dibagikan sebelumnya, Yusuf menjelaskan bahwa praktik menerima hasil bumi sebagai pengganti biaya pengobatan bukan kali pertama dilakukan.
Ia pernah menerima buah lemon dan delima dari pohon milik pasien sebagai bagian dari program yang disebut ijab kabul biaya berobat.
"Alhamdulilah mendapatkan buah lemon dan delima langsung dari pohon depan rumah pasien yang berobat dengan sistem ijab kabul,” tulisnya dalam unggahan lain.
Menurut Yusuf, program tersebut diharapkan dapat membantu masyarakat yang belum memiliki jaminan kesehatan maupun yang kepesertaan BPJS-nya tidak aktif sehingga terkendala memperoleh layanan kesehatan.
"Semoga melalui sistem ijab kabul biaya berobat yang kami jalankan selama ini di @klinik.hs dapat membantu masyarakat dan bisa saling mengisi dengan program pemerintah yang ada saat ini. sistem ini diharapkan untuk memudahkan masyarakat dalam mendapatkan layanan kesehatan yang berkualitas dan membantu menyasar masyarakat yang belum memiliki asuransi kesehatan bpjs dan masyarakat non PBI (bukan Penerima bantuan iuran pemerintah) yang membayar secara mandiri tapi terkendala biaya untuk berobat atau karena bpjs nya tidak aktif karena tidak bisa membayar iuran rutin atau memiliki tunggakan iuran,” tulisnya menjelaskan.
Ia berharap langkah tersebut dapat menjadi bentuk kolaborasi dengan program pemerintah dalam memperluas akses layanan kesehatan bagi masyarakat.
"Semoga kami bisa bahu membahu membantu dan bersinergi dengan pemerintah untuk dapat meningkatkan derajat kesehatan masyarakat sehingga menjadi sehat dan kita semua diberikan keberkahan.Aamiin 🙏,” pungkasnya.
Program Ditujukan Membantu Pasien yang Terkendala Biaya
Berdasarkan penjelasan Yusuf, sistem tersebut bukan dimaksudkan menggantikan program jaminan kesehatan yang sudah ada, melainkan menjadi alternatif bagi masyarakat yang mengalami kendala biaya, termasuk karena BPJS tidak aktif atau memiliki tunggakan iuran.
Melalui unggahan itu pula, ia berharap semakin banyak masyarakat yang tetap bisa memperoleh layanan kesehatan ketika membutuhkan penanganan medis.
Recommended By Editor
- Usai cela pasien BPJS Yurizal yang kini meninggal, 4 oknum dokter dan nakes minta maaf terbuka
- Kronologi pasien BPJS keluhkan antrean dicela dokter & nakes, kini minta maaf setelah pasien meninggal
- Ibu rumah tangga bisa punya JHT? Simak syarat daftar BPJS Ketenagakerjaan BPU terbaru
- Sistem rujukan BPJS dirombak, Menkes: Tak perlu berjenjang, jangan sampai pasien keburu meninggal
- 23 Juta warga dapat penghapusan tunggakan BPJS Kesehatan
- Pemutihan BPJS dibuka akhir tahun, peserta siap-siap registrasi ulang




