Diketahui, berat tubuhnya yang tidak normal itu mulai dirasakan Ahmad Juwanto sejak berusia 10 tahun. Namun, saat itu kondisi tubuhnya masih bisa bergerak bebas dan beraktivitas seperti anak-anak pada umumnya.
Hingga saat usianya 18 tahun, berat badan Ahmad semakin bertambah hingga membuatnya sulit untuk berjalan dan melakukan aktivitas lainnya. Karena bobotnya yang diatas normal itu juga membuatnya terpaksa berhenti sekolah.
foto: meredeka.com
Selain itu, keterbatasan ekonomi turut memperparah keadaan obesitas remaja yang tinggal di remaja yang tinggal di Jalan SMP 160 Ceger, Cipayung, Jakarta Timur tersebut.
Pihak keluarga pun mengaku telah mendatangi tiga rumah sakit di wilayah Jakarta Timur. Namun karena tidak ada perubahan dan terbebani dengan biaya dan akomodasi, pengobatan untuk Ahmad Juwanto pun terpaksa dihentikan.
View this post on Instagram
Recommended By Editor
- Traveling ke Jepang jangan lupa pakai BRI Kartu Kredit JCB Platinum, bertabur promo & benefit cashback
- 9 Penyebab obesitas pada anak, ketahui dampak dan pencegahannya
- Jaga cashflow bulanan kini makin mudah dengan Program Cicilan BRI Kartu Kredit, bunga mulai 0%
- Kerap diejek, perubahan wanita usai diet ini bikin melongo
- Ratusan ibu-ibu rayakan HUT RI di Taman Ahmad Yani Medan bareng Mahsuri, yuk intip keseruannya!
- Kecanduan makanan manis? Ini 8 cara efektif mengatasinya
- 11 Minuman ini ampuh atasi obesitas, bantu turunkan berat badan
- Kisah pria bertambah berat badan hingga 100 kg saat lockdown
- 10 Manfaat bersepeda untuk turunkan berat badan & panduan melakukannya
- Cegah obesitas anak, ini asupan nutrisi yang perlu diperhatikan


