Menelusuri fakta dan mitos micin yang dituduh bisa merusak otak, ternyata fakta ini bongkar semuanya
Diperbarui 22 Jul 2026, 14:10 WIB
Diterbitkan 22 Jul 2026, 17:11 WIB
Brilio.net - Obrolan soal penyedap rasa memang tidak pernah ada habisnya. Bumbu dapur yang satu ini selalu berhasil memancing perdebatan hangat, baik di internet maupun di meja makan.
Satu sisi memuji kelezatannya yang instan, sementara sisi lain sering menaruh curiga. Supaya tidak terjebak dalam kebingungan, ada baiknya melihat fakta sebenarnya secara menyeluruh dengan santai. Yuk, selidiki bareng!
Apa Itu Micin atau MSG?
Ternyata, bahan utama Monosodium Glutamat bukan berasal dari zat kimia aneh hasil eksperimen laboratorium yang menyeramkan. Sumber aslinya sangat dekat dengan alam, yaitu dari tetesan tebu. Proses pengolahannya pun berjalan alami serupa dengan pembuatan makanan sehari-hari seperti tempe, kecap, atau yogurt. Hasil akhirnya berupa kristal murni 99 persen yang dijamin higienis.
Foto: Shutterstock.com
Micin terbuat dari apa? Ternyata dari hasil fermentasi yang menghasilkan zat bernama glutamat, sebuah komponen yang sebenarnya sudah sangat akrab dengan tubuh manusia. Zat glutamat ini juga ada secara alami di dalam tomat, keju, jamur, rumput laut, hingga daging. Bahkan, air susu ibu pun memilikinya.
Fungsi glutamat di dalam tubuh ternyata sangat vital, mulai dari membantu kinerja sel imun, mendukung fungsi otak, hingga ikut mengatur rasa kenyang. Jadi, fungsinya bukan cuma sekadar membuat makanan terasa lezat.
Fakta dan Mitos Seputar Micin
Cerita tentang micin yang dituduh bisa bikin bodoh ternyata bermula dari hal yang cukup sepele. Pada tahun 1968, sebuah surat di New England Journal of Medicine ditulis oleh Dr. Robert Ho Man Kwok.
Dokter tersebut mengeluhkan rasa pusing setelah makan di restoran Cina. Momen inilah yang melahirkan istilah Chinese Restaurant Syndrome dan menyebarkan stigma tanpa dasar bahwa penyedap ini bisa merusak otak.
Padahal, fakta di lapangan berbicara sebaliknya. US FDA di Amerika Serikat sudah memberikan status aman atau Generally Recognized As Safe (GRAS) sejak tahun 1958. Melalui berbagai penelitian, para ilmuwan mencoba memicu reaksi pada orang-orang yang mengaku sensitif dengan memberikan MSG atau plasebo.
Hasilnya, reaksi tersebut tidak pernah bisa dipicu secara konsisten. Badan kesehatan dunia di bawah PBB seperti WHO dan FAO juga sepakat menyatakan bahan ini aman.
Di Indonesia sendiri, legalitas hukum bumbu gurih ini sangat kuat dan berizin resmi. Badan Pengawas Obat dan Makanan menerbitkan izin lewat Peraturan Kepala BPOM Nomor 11 Tahun 2019. Masalah kehalalan juga sudah klir melalui Sertifikat Halal MUI dengan nomor 07870398 Tahun 2010. Bahkan, payung hukumnya sudah ada sejak lama melalui SK Kementerian Kesehatan Nomor 235/Menkes/PER/DL/79 dan SK Kementerian Agama Nomor B VI/02/2444/1976.
Menurut penjelasan Nutrisionis Dr. Rita Ramayulis, DCN, M.Kes, glutamat dalam MSG sama dengan yang ada di sayuran, buah, dan daging, sehingga tidak ada alasan untuk khawatir asalkan dikonsumsi secukupnya. Bagi yang ingin lebih sehat lagi, penggunaan MSG juga bisa mengurangi porsi garam untuk memberikan rasa lezat pada makanan.
Menariknya lagi, bumbu ini bisa menjadi alternatif sehat bagi yang ingin mengontrol konsumsi garam. Kandungan natrium di dalam MSG hanya sepertiga dari jumlah natrium pada berat yang sama dengan garam dapur biasa. Mengombinasikan penggunaannya dengan bijak bisa memotong asupan garam hingga 30 sampai 40 persen tanpa membuat masakan kehilangan rasa gurih. Langkah kecil ini tentu sangat baik untuk menjaga kesehatan ginjal dan jantung dalam jangka panjang.
Batas Aman Konsumsi Micin atau MSG
Walaupun sudah terbukti aman oleh berbagai lembaga dunia, ada batas konsumsi micin. Untuk konsumsi harian keluarga secara umum, takaran sekitar 2 hingga 2,5 gram per orang per hari dirasa sudah sangat pas untuk memunculkan rasa gurih yang ideal.
Jika merujuk pada otoritas kesehatan internasional seperti WHO, batas aman yang ditetapkan adalah 120 miligram per kilogram berat badan setiap harinya. Bagi orang dewasa, takaran ini setara dengan kira-kira 1 sendok teh. Sementara itu, Kementerian Kesehatan RI menetapkan rekomendasi batas maksimal sebesar 5 gram per orang per hari.
Foto: Shutterstock.com
Bagi anak-anak, aturannya tentu lebih ketat dengan batas yang lebih rendah, yaitu sekitar 10 miligram per kilogram berat badan per hari. Sebagai gambaran, anak dengan berat 20 kilogram sebaiknya tidak mengkonsumsi lebih dari 200 miligram MSG dalam satu hari.
"Pakai MSG aman asal semua sesuai takarannya," ucap Momfluencer Caca Tengker.
Mengapa tidak boleh berlebihan? Ada dua alasan utama yang perlu diperhatikan. Pertama, dari segi rasa, penggunaan yang terlalu banyak justru akan membuat masakan menjadi pahit dan menghilangkan keseimbangan rasa alami makanan. Kedua, dampak konsumsi yang berlebih bisa memicu tekanan darah tinggi atau hipertensi karena adanya unsur natrium atau sodium, sama seperti dampak akibat kebanyakan garam dapur.
Tips Menggunakan Micin dengan Bijak
Kunci utama menikmati kelezatan bumbu ini ada pada takaran yang tepat saat memasak. Ketika menyiapkan satu menu makanan untuk dinikmati seluruh anggota keluarga yang berisi 3 hingga 4 orang, cukup tambahkan sekitar 1 sendok teh atau setara dengan 3 sampai 4 gram MSG. Porsi ini sudah lebih dari cukup untuk menonjolkan cita rasa gurih yang lezat tanpa perlu khawatir berlebihan.
Jadi, tidak ada salahnya mulai menerapkan takaran ini pada masakan sehari-hari. Nasi goreng yang menjadi favorit keluarga bisa menjadi menu pertama yang paling pas untuk dicoba. Sedikit sentuhan micin saja sudah cukup membuat hidangan sederhana ini terasa jauh lebih istimewa. Cobain resep Nasi Goreng Daging Sapi di bawah ini, yuk!
Resep Nasi Goreng Daging Sapi
foto: Shutterstock.com
Bahan:
- 2 butir telur kocok
- 2 butir irisan baso (optional)
- 400 gr nasi
- 1 bungkus Sasa Bumbu Nasi Goreng Barbeque
- 3 sdm minyak
Cara Membuat:
1. Panaskan minyak di wajan.
2. Orak arik telur yang telah dikocok.
3. Masukkan irisan bakso dan nasi.
4. Aduk rata. Kemudian masukkan Sasa Bumbu Nasi Goreng Barbeque. Aduk kembali.
5. Setelah semua rata, sajikan selagi hangat.
RECOMMENDED ARTICLES
- Mau transfer uang ke luar negeri? Cobain BRImo yang praktis plus ada cashback sampai Rp 50 ribu
- 5 Resep olahan sayuran favorit keluarga, hemat di dompet tapi tetap lezat dan sehat
- 5 Resep gorengan gampang yang renyahnya awet seharian, cocok untuk jajanan jualan
- Mau jalan-jalan pakai kereta api? Cek dulu diskon Rp 125 ribu di tiket.com dengan BRI Kartu Kredit
- Cicilan mulai beratkan dompet? Yuk pindahkan KPR ke BRI, ada fasilitas Top Up plus bunga mulai 3,00%
- Pangkas ongkos perjalanan harianmu dengan promo spesial BRI Kartu Kredit di MyBluebird
FOODPEDIA
Video
Selengkapnya-
Jalan Makan Shiki, resto sukiyaki bergaya kansai daging disajikan dengan permen kapas
-
Jalan Makan Kari Lam, jualan sejak 1973 membawa rasa nostalgia
-
Jalan Makan Sroto Eling-Eling, gurihnya kuah dan melimpahnya daging kuliner Banyumas
Resep
Selengkapnya-
Resep nasi gurih ayam pedas masak pakai rice cooker yang lezat, tinggal pencet cook langsung jadi
21 / 07 / 2026 18:00 WIB -
16 Resep olahan putih telur untuk lauk harian, sehat dan cocok jadi menu diet
21 / 07 / 2026 14:00 WIB